Kantor PLN Sandai Dirusak Massa

Ketapang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 688

Kantor PLN Sandai Dirusak Massa
RUSAK - Kantor PLN Rayon Sandai alami kerusakan, setelah menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dan tak puas dengan pelayanan PLN,
KETAPANG, SP - Ratusan warga Kecamatan Sandai korban pemadaman listrik bergilir melakukan aksi unjuk rasa, Minggu (15/10) malam. Tak hanya menyampaikan tuntutan, massa meluapkan kekesalannya dengan merusak Kantor Rayon Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Sandai.

Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar membenarkan kejadian unjuk rasa berujung pada pengerusakan Kantor PLN Rayon Sandai.
"Kemarin malam (Minggu-red) ada massa yang merupakan warga Sandai melakukan demo ke Kantor Rayon PLN di Sandai. Mereka melempar batu, sehingga membuat kaca kantor pecah serta menghancurkan parkiran motor karyawan," ungkapnya, Senin (16/10).

Saat kejadian ada beberapa karyawan PLN Rayon Sandai berada di dalam kantor, serta sejumlah anggota kepolisian setempat, namun karena jumlah massa sangat ramai, sehingga aksi pengerusakan pun tidak bisa terhindari.

"Massa jumlahnya ramai, beruntung aparat bisa langsung menenangkan para pendemo, sehingga tidak terus melakukan pengerusakan," katanya.

Dirinya tidak mempungkiri, pemadaman bergilir di wilayah Kecamatan Sandai menjadi penyebab aksi unjuk rasa yang berujung pengerusakan.
Menurutnya, pemadaman dipicu karena saat ini wilayah Sandai sedang mengalami defisit listrik sekitar 2 - 2,5 MW, sehingga memaksa pihaknya membuat jadwal pemadaman secara bergilir.

"Kondisi diperparah, karena pekan lalu ada satu mesin yang rusak. Otomatis suplai semakin berkurang dan jadwal pemadaman bertambah," terangnya.

Pasca aksi unjuk rasa dan pengerusakan ini, PLN akan terus berupaya memperbaiki mesin yang rusak, agar dapat menyuplai listrik kepada warga. Selain itu, pihaknya juga akan merelokasikan beberapa diesel PLTD ke wilayah Sandai, untuk menutupi defisit.
"Masyarakat kita harap bersabar, kita akan terus berupaya memberikan pelayan terbaik," tuturnya.

Mengenai persoalan pengrusakan kantor PLN Rayon Sandai, ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sandai dan menyerahkan persoalan tersebut ke aparat berwajib.

"Tahap awal, kita sama sekali tidak menuntut soal pengerusakan, kita hanya buat laporan ke Polsek dan prosesnya nanti kami serahkan ke pihak berwajib," tegasnya. (teo/bob)

#SIDEBAR
Imbau Warga Menahan Diri Kapolsek Sandai, AKP Frits Orlando Siagian menjelaskan, aksi unjuk rasa warga yang berujung pengerusakan kantor PLN, diakuinya diduga akibat pemadaman bergilir Menurutnya, dari keterangan pihak PLN, pemadaman bergilir dilakukan karena adanya mesin pembangkit yang rusak, sehingga tidak bisa menyuplai penuh listrik ke masyarakat.

"Tadi malam ada sekitar 150 massa datang ke kantor PLN Sandai. Saat kejadian, beberapa personel ada di tempat, termasuk Danramil, Camat dan perangkat desa. Warga sempat ditemui oleh pihak PLN, namun mungkin hal yang disampaikan kurang memuaskan, massa spontan melakukan pengerusakan," ungkapnya.

Dikatakannya, beruntung tidak ada korban fisik dari kejadian tersebut, pihaknya dapat segera menenangkan massa. Saat ini, diakuinya kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih menunggu data valid mengenai berapa kerugian akibat kerusakan tersebut.

"Kita akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Untuk pengerusakan sendiri, kita akan lakukan penyelidikan mengenai kasus ini," katanya.

Iapun mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan menjaga keamanan, agar kondisi bisa selalu kondusif sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang malah dapat merugikan diri sendiri atau orang lain. (teo/bob)

Komentar