Perusahaan Komitmen Bangun Daerah Melalui CSR

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 569

Perusahaan Komitmen Bangun Daerah Melalui CSR
PEMADATAN - Satu unit tracktor PT Inti Sawit Lestari (ISL) sedang melakukan proses pemadatan jalan Pelang - Tumbang Titi Ketapang, kemarin
KETAPANG, SP - Dalam membangun infrastruktur, Bupati Ketapang, Martin Rantan meminta semua pihak, tidak terkecuali bagi perusahaan yang menanamkan asetnya di Bumi Ale-ale untuk turut serta mendukung pembangun daerah.

"Mari sama-sama kita satukan persepsi, untuk fokus ke infrastruktur strategis jalan, dan mari kita sambut dengan responsif,” ujar Martin saat menggelar rapat bersama dengan sejumlah perusahaan beberapa waktu lalu.

Sebagaimana istilah gayung bersambut, permintaan bupati dan masyarakat Ketapang pun langsung direspon oleh perusahaan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Inti Sawit Lestari (ISL) yang berada di Kecamatan Sungai Melayu Rayak membantu melakukan pembangunan infrastruktur di lokasi-lokasi kerusakan jalan di sekitar wilayahnya.

Hal ini disampaikan, Staf Corporate Affairs PT ISL Wilayah 10, Sukiman. Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan akses jalan Pelang-Tumbang Titi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Melalui program ini, kita membantu pembangunan infrastruktur daerah, mengingat jalan poros Pelang-Tumbang Titi mengalami kerusakan yang cukup parah," ungkapnya.

Untuk itu, peran aktif pihaknya melalui program CSR akan terus dilakukan untuk membantu kelancaran arus transportasi dan akses masyarakat pengguna jalan.
Selain membantu pembangunan poros jalan rusak, pihaknya juga turut memperbaiki sejumlah jembatan, terutama yang berada di Kecamatan Sungai Melayu Rayak ke Indonatani, Pelang.

"Untuk jalan sudah dilakukan penimbunan dan pemadatan. Sedangkan, jembatan ada dua yang kami perbaiki, di antaranya ada di poros Pelang-Tumbang Titi, Desa Kepuluk dan Dusun Simpang Empat Indotani," terangnya.

Untuk rehabilitasi jalan dan jembatan, dikatakannya sudah dilakukan lebih dari tiga kali dalam setahun ini, dan diakuinya akan terus dilakukan secara rutin sampai masa pembangunan dilakukan oleh pemerintah.

"Untuk volume atau fisik yang dilakukan penimbunan dari Sungai Melayu sampai Pelang kurang lebih mencapai 30 Km, di titik-titik yang kondisinya rusak parah," katanya.

Di samping itu, pihaknya juga melakukan pembangunan di desa-desa binaan PT ISL, seperti jalan Desa Sungai Melayu yang sudah selesai dilakukan sepanjang 7 Km, kemudian pembangunan dan perbaikan desa lainnya yang sedang berjalan.

"Seperti Desa Laman Baru beberapa waktu lalu dilakukan pembangunan jalan ekonomi desa," kata Sukiman. (teo/bob)

Komentar