Sabtu, 21 September 2019


Calon Kades Ancam Boikot Pemilihan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1142
Calon Kades Ancam Boikot Pemilihan

Ilustrasi

KETAPANG, SP - Calon Kepala Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap, Hasan Asari Oramahi bersama calon kepala desa lainnya mengancam akan memboikot pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Betenung, jika panitia seleksi tingkat kabupaten tidak menggelar tes akademik ulang.

Desakan tes ulang tersebut, lantaran dirinya dan salah satu calon kades lainnya merasa dirugikan serta menduga adanya kecurangan yang menyebabkannya tidak lulus dalam tes akademik yang digelar beberapa hari lalu.

Satu di antara Calon Kepala Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap yang dinyatakan tidak lulus tes akademik, Hasan Asari Oramahi mengaku terkejut ketika mengetahui hasil tes yang dikeluarkan panitia.

"Saya terkejutlah. Padahal saya bisa menjawab soal-soal yang dipertanyakan. Dari 50 soal, hanya sembilan soal yang saya ragu, apalagi nilai yang lulus paling tinggi hanya 60. Selainnya ada yang 50," ungkapnya, Selasa (24/10).

Apalagi menurutnya, dari delapan calon kades yang mengikuti tes akademik, lima calon yang dinyatakan lulus di antaranya hanya menggunakan ijazah paket dan ada pula yang hanya menggunakan surat keterangan ijazah hilang.

"Kami menduga ada permainan untuk menjatuhkan saya, karena pemilihan Kades Betenung kandidat yang kuat adalah saya dan Pak Asmano. Lalu, kami berdua dinyatakan tidak lulus, padahal pendidikan formal saya jelas, sedangkan tiga dari lima orang yang lulus validasi sekolahnya meragukan," ungkap Hasan.

Ia menambahkan, sebelumnya panitia dari desa dan kecamatan telah menyatakan, bahwa yang lolos kelayakan administrasi hanya empat orang. Namun dalam pelaksanaannya, panitia kabupaten tidak mendengar hal itu, justru delapan orang yang akhirnya mengikuti tes akademik, dan satu di antaranya berijazah paket, tiga menggunakan surat keterangan ijazah hilang.

"Saya dan beberapa calon kades lain yang tidak lulus tes merasa ada kejanggalan. Untuk itu, kami mendesak dilakukan tes ulang, kalau tidak kami akan melakukan boikot agar Pilkades di Desa Betenung ditunda sampai dugaan permainan ini terbongkar," ketusnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Mad Noor menegaskan, pihaknya tidak akan melaksanakan tes ulang akademik, lantaran telah melaksanakan tahapan sesuai aturan.

"Untuk tes ulang tidak ada, semua sudah sesuai aturan bahkan kita melibatkan pihak-pihak lain dalam hal ini seperti Inspektorat, Disdik, Tapem, bagian hukum dan soal tes dikawal oleh Satpol PP," tegasnya.

Ia melanjutkan, terkait calon kepala desa yang tidak lulus pada tes akademik dan belum puas, maka dirinya menyarankan untuk datang ke Kantor
BPMPD untuk melihat langsung hasil tes akademik mereka.

"Sudah ada beberapa kawan-kawan calon yang mempertanyakan hasil mereka, dan sudah kita sampaikan jawaban mereka dan kunci jawaban yang ada, sehingga mereka tinggal cocokan jawaban mereka benar atau salah dan terbukti nilai mereka rendah," katanya.

"Jadi kalau masih ada yang belum puas dengan hasilnya, silahkan datang ke kantor, kami welcome dan akan layani mereka serta berikan lembar soal yang mereka jawab dan kuncinya untuk mereka lihat langsung," lanjutnya.

Saat disinggung soal adanya calon kepala desa yang lulus administrasi dan tes akademik padahal menggunakan surat keterangan ijazah hilang, Mad Noor mengaku itu wewenang tim panitia di tingkat desa untuk memverifikasi administrasi para calon.
Misalkan calon menggunakan ijazah paket harus dikroscek dulu tempat mengeluarkan ijazah paket, atau ada dicurigai menggunakan ijazah palsu dikoordinasikan dengan dinas pendidikan.

"Jadi kita kabupaten menerima apa yang dari tim panitia desa sampaikan, dan sudah diverifikasi, maka kita anggap sudah memenuhi syarat," tuturnya. (teo/bob)