Senin, 09 Desember 2019


LPTQ Ketapang Gelar Pelatihan Dewan Hakim MTQ

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 622
LPTQ Ketapang Gelar Pelatihan Dewan Hakim MTQ

PELATIHAN - Asisten II Sekda Ketapang, Farhan membuka kegiatan Pelatihan Dewan Hakim MTQ se-Kabupaten Ketapang, di Aula Lantai Dasar Masjid Agung Al-Ikhlas.

KETAPANG, SP - Dalam upaya memberikan tambahan pengetahuan tentang teori dan praktik perdewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Ketapang menggelar Pelatihan Dewan Hakim MTQ di Aula Masjid Agung Al Ikhlas, kemarin.

Bupati Ketapang, Martin Rantan yang diwakili Asisten II Sekda, Farhan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ketapang dan masyarakat menyambut baik dengan dilaksanakannya Pelatihan Dewan Hakim MTQ yang diselenggarakan LPTQ ini.
Disamping menambah wawasan ilmu pengetahuan, kegiatan ini sekaligus juga dapat meningkatkan prestasi qori/qoriah MTQ. Baik di tingkat Kabupaten Ketapang mapun di tingkat Provinsi Kalbar, bahkan ke MTQ tingkat Nasional.

"Melalui pelatihan dewan hakim seperti ini, pengetahuan dan wawasan dewan hakim akan bertambah, sehingga prestasi  qori/qoriah atau hafiz/hafizah kita akan meningkat. Untuk itu, mari kita mulai dari peningkatan prestasi dewan hakim MTQ di tingkat kecamatan maupun kabupaten," katanya.

Ia mengatakan, selama ini prestasi qori, qoriah, hafiz, hafizah di tingkat MTQ  kabupaten, umumnya didominasi oleh kecamatan-kecamatan kota dan pesisir saja.
"Sudah saatnya kita bangkit dan mulai tingkatkan prestasi MTQ ini dari kecamatan- kecamatan pedalaman," lanjutnya.

Dalam pelatihan dewan hakim ini, semua pihak harus menyamakan persepsi. Utamanya sosialisasi terkait adanya ketentuan MTQ maupun STQ hasil Munas tahun 2016 di Jakarta.
Untuk itu, koordinasi dan persamaan persepsi, di cabang-cabang lomba yang di musyabaqahkan dan diskusi-diskusi  teknis selalu dilakukan. Mulai dari cabang tilawah, qira'atussab'ah, tahfitz, fahmil, tafsir, syarhil, dan khattil quran.

Kegiatan ini juga harus dapat melatih mental dewan hakim, sebab mental dewan hakim ada keterkaitannya pada keputusan yang akan diambil. Keputusan dewan hakim harus jujur dan adil dalam setiap cabang lomba yang dimusyabaqahkan.

"Biasanya pengaruh ke daerahan atau unsur lain bisa mengganggu penilaian dewan hakim dalam memberikan nilai dan keputusan, sehingga terjadi penilaian yang cenderung subjektif bahkan tidak adil," tegas Farhan.

Ia berharap, melalui kegiatan pelatihan dewan hakim, ke depan dapat mengutamakan sikap profesional dan bukan mengutamakan perasaan dalam hal penilaian serta pengambilan keputusan , sebab peserta yang berprestasi akan dilombakan ke tingkat lebih tinggi.
"Oleh karenanya, jika penilaian subjektif, maka tak mustahil akan sulit bersaing di tingkat lebih tinggi," katanya.

Pelatihan ini juga diharapkan menjadi dewan hakim profesional dan berkualitas serta dapat meregenerasikan. Sebab, sebagian besar dewan hakim berusia lanjut, bahkan ada yang sudah meninggal dunia.

Akhir dari sambutannyam, Farhan yang juga Ketua Umum LPTQ Kabupaten Ketapang ini beharap, agar pelatihan dewan hakim diikuti dengan sungguh sungguh dari awal pelatihan hingga selesai.

"Mari kita perbaiki peringkat prestasi pada MTQ maupun STQ. Kendati tidak menargetkan juara umum, tetapi yang lebih nyata, minimal masuk peringkat lima pada MTQ di Kabupaten Mempawah nanti," ajaknya.
Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Dewan Hakim tersebut, Sudirman Zainal, pelatihan dewan hakim berlangsung selama tiga hari dengan peserta sebanyak 60 orang yang umumnya dari kecamatan- kecamatan dalam di Kabupaten Ketapang.

"Pelatihnya, kita bawa dari pelatih tingkat nasional, yakni KH Adly Azhari Nasution dan beberapa orang dari tingkat provinsi, di antaranya, Hamdani Sukma, Dahlia serta Ustaz H Ahmad Idlan dan Syaifullah dari Kabupaten Ketapang. (teo/bob/pk)