Minggu, 08 Desember 2019


Program TMMD ke-100 Resmi Ditutup

Editor:

Tajil Atifin

    |     Pembaca: 606
Program TMMD ke-100 Resmi Ditutup

MENINJAU - Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan, didampingi Dandim 1203 Ketapang, Letkol (inf) Riko Haryanto dan Bupati Ketapang, Martin Rantan meninjau lokasi kegiatan TMMD ke-100/2017 di Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan, Ketapang, kemarin

KETAPANG, SP - Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan secara resmi menutup pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100/2017 yang dilaksanakan di Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan, Ketapang, kemarin.

Hadir dalam penutupan TMMD ke-100/2017, di antaranya Bupati Ketapang, Martin Rantan, bersama jajaran SKPD serta Forkopimda.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Bambang Ismawan mengatakan, pelaksanaan kegiatan TMMD ke-100/2017 di Desa Kedondong dimulai dari tanggal 26 September 2017 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2017.
"Peserta TMMD ke-100/2017 melakukan kegiatan fisik, di antaranya  pembangunan jalan rabat beton, rehabilitasi  gereja, pembangunan MCK dan tempat wudhu, pembangunan jembatan, dan pembuatan badan jalan desa," terangnya.

Sedangkan kegiatan non fisik, para prajurit menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan pertanian dan perkebunan, penyuluhan kerukunan umat beragama, serta pelayanan kesehatan.


 
Pada kesempatan itu, Danrem 121/ABW juga membacakan sambutan tertulis Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono sebagai penanggung jawab seluruh pelaksanaan TMMD seluruh Indonesia.

Ia menerangkan, tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

"Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastuktur, seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan dan peningkatan badan jalan dan rehab jembatan. Termasuk juga pembangunan dan renovasi rumah ibadah," terangnya. Lebih lanjut, Danrem menjelaskan, secara non Fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah
mulai pudar di dalam masyarakat.

"TMMD juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai tentara rakyat. TNI menyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TN," tuturnya.
Setelah menutup secara resmi kegiatan TMMD, Danrem 121/ABW, Bupati Ketapang, dan Dandim 1203 Ketapang  menyerahkan paket kitab suci dalam meningkat pemahaman keagamaan. Selanjutnya dilaksanakan juga penandatanganan  dan penyerahan pelaksanaan TMMD ke-100 antara Dandim 1203 Ketapang dan Bupati Ketapang yang disaksikan Danrem 121/ABW.

Bupati Ketapang, Martin Rantan menjelaskan, program TMMD besar manfaatnya
bagi masyarakat. Tidak hanya bentuk kemanggulan TNI dan rakyat, tetapi
juga menggelorakan kembali semangat gotong royong. Ini seiring dengan visi dan misi kepala daerah dalam membangun infastruktur dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

"Pemerintah daerah sangat mendukung, dan kita berharap kegiatan TMMD terus dipertahankan dan ditingkatkan," tegas Martin Rantan.
Usai menutup TMMD, Danrem 121/ABW didampingi Dandim 1203 Ketapang, Letkol (inf) Riko Haryanto serta Bupati Ketapang beserta rombongan meninjau kegiatan fisik yang sudah dilakukan, seperti jalan rabat beton, jembatan, dan rehabilitasi rumah ibadah.

Selain itu juga meninjau pasar murah sembako, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (teo/bob/pk)
#SIDEBAR Beri Dampak Positif Pengamat Sosial, Max Rembang berpendapat, adanya program TMMD ini memberikan dampak baik kehidupan masyarakat. Karena dari dimensi sosial, akan ada interaksi sosial antara masyarakat dengan TNI. “Apalagi tentara ini adalah pengayom masyarakat,” ujar Rembang.

Lebih lanjut, Rembang mengatakan, pekerjaan padat karya ini membutuhkan banyak tenaga kerja. Adanya program TMMD sangat membantu pemerintah demi menyejahterakan masyarakat.

“TNI masuk desa itu dalam bentuk pengabdian. Mereka bekerja dengan ikhlas dan benar-benar untuk mengabdi. Jadi sangat bagus dan menguntungkan semua pihak,’’ ungkapnya. Rembang mengimbau, pemerintah harus bisa belajar lebih banyak dari TMMD.

Agar dalam memberikan bantuan proyek pembangunan di desa, bisa benar-benar dilakukan dengan benar dan tuntas. Sementara itu, Pakar Ekonomi, Jerry Wuisang menilai, TMMD dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Utamanya pada sektor perdagangan.

“Pembuatan jalan atau program fisik yang dilakukan oleh TMMD ini membutuhkan bahan material banyak. Makanya, sektor perdagangan akan cepat berputar lewat program ini,’’ ujar Wuisang.

Di sisi lain, Wuisang berpendapat, memang tidak semua program TMMD dapat diadopsi pemerintah. Namun, mekanisme dan cara kerja yang dilakukan TMMD harus bisa dijadikan contoh. "Program itu sangat bagus dan dapat dijadikan tolak ukur pemerintah saat memberikan bantuan di desa-desa terpencil," tuturnya. (mpo/bob)