Selasa, 17 September 2019


Ribuan Hadirin Pentas Seni Budaya di Ketapang Kebingungan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 3437
Ribuan Hadirin Pentas Seni Budaya di Ketapang Kebingungan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

PADUAN SUARA - Paduan suara SMA menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, Minggu (19/11). (SP/Teo)

KETAPANG, SP - Lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan tiga stanza berkumandang saat pembukaan Raker Pentas Seni Budaya Dayak, Pameran dan Musdat V Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang Tahun 2017, Minggu (19/11).

Tapi bukannya malah khidmat, hadirin justru kebingungan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang lebih panjang ini. Hampir seluruh mereka tidak hafal dengan lirik lagu tersebut.

Kontan saja, pada kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar sekaligus Presiden MADN, Cornelis ini, para peserta, tamu undangan serta warga yang menyaksikan malah terdiam tak ikut bernyanyi.

Lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza, dinyanyikan oleh paduan suara SMA yang disiapkan panitia pelaksana dan diminta diikuti oleh para hadirin.

Pada lirik awal, hadirin sempat mengikuti lagu tersebut, namun ketika memasuki lirik terakhir lagu, kekacauan mulai terjadi. Banyak yang diam karena tak tahu.

Berikut lirik stanza tiga yang dinyanyikan pada kegiatan tersebut:

"Indonesia, tanah yang suci, tanah kita yang sakti, di sanalah aku berdiri, menjaga ibu sejati".

"Indonesia, tanah berseri, tanah yang aku sayangi, marilah kita berjanji, Indonesia abadi".

"Selamatlah rakyatnya, selamatkan putranya, pulaunya, lautnya, semuanya. Majulah negerinya, majulah pandunya, untuk Indonesia Raya".

"Indonesia raya, merdeka, merdeka, tanahku, negeriku yang kucinta. Indonesia raya, merdeka, merdeka, hiduplah Indonesia raya".

Saat dikonfirmasi usai acara pembukaan, Gubernur Kalbar, Cornelis mengatakan soal penambahan lirik lagu Indonesia Raya tidak masalah.

"Ya itu lagu kebangsaan kita ditambah, ada istilahnya. Kita ikuti saja, karena menambah kecintaan pada tanah air," tuturnya. (teo)


  •