Senin, 23 September 2019


Piala Bergilir Bupati Cup 2017 Kembali Dihelat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 559
Piala Bergilir Bupati Cup 2017 Kembali Dihelat

PIALA - Bupati Martin Rantan SH menyerahkan piala bergilir kepada Kadis Pora Drs Sahat Sirait, kemudian untuk diperbutkan kembali. (Ist)

KETAPANG, SP - Perhelatan Ketapang Football Comptetition Piala Bupati tahun 2017, resmi dibuka Bupati Martin Rantan SH, dengan melakukan tendangan bola pertama. Pada pertandingan perdana Juara bertahan Sandai FC kontra Porsito dari Kecamatan Muara Pawan.

Pertandingan yang diikuti 40 klub sepak bola, diawali dengan atraksi drum band dari pelajar SMAN 2 Ketapang, kemudian dilanjutkan dengan ratusan tarian kolosal yang dilakukan para pelajar se Kabupaten Ketapang berlangsung di Stadion Tentemak Ketapang, Sabtu (25/11) sore.

Dalam laporannya Kadis Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Drs Sahat Sirait mengatakan bahwa kejuaraan Piala Bupati CUP tahun 2017 dalam upaya membangun budaya olah raga mengolahragakan masyarakat hal tersebut menurutnya harus bisa diimplementasikan dengan baik dan benar dikalangan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.

Dia mencontohkan negara-negara yang telah berprestasi dibidang oleh raga menurutnya karena telah menanamkan budaya olag raga sepanjang hidupnya. Menurutnya Dispora Ketapang berusaha untuk mengdakan kejuaraan olah raga diberbagai  cabang olah raga sehingga motto tiada hari tanpa olah raga menjadi live style dan membudaya pada masyarkat di Kabupaten Ketapang.

Dia juga berharap dengan even tersebut mampu melahirkan pemain pemain yang berkualitas dan berprestasi hingga diajang Porprov tahun depan Kabupaten Ketapang bisa menjadi juara.

Dia menambahkan kejuaraan yang berlangsung dimulai tanggal 25 November sampai dengan 17 Desember 2017 dengan pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Ketapang dengan jumlah peserta sebanyak 40 klub sepak bola yang terdiri dari 20 klub sepak bola utusan kecamatan, dan 20 klub sepak bola dari utusan Kota Ketapang.

Bupati Ketapang, Martin Rantan dalam sambuatnnya mengatakan olah raga sepak bola merupakan olah raga paforit masyarakat Ketapang, hal ini terbukti animo masyarakat yang tinggi untuk mengikuti turnamen tersebut.

Mengamati rangkaian acara pembukaan yang dikemas oleh panitia, bupati menyampaikan terima kasih , kepada drum band SMA negeri 2 Ketapang, para remaja penari kolosal yang menurutnya sangat luar biasa, yang menampilkan kreasi musik dan tarian, mulai dari berbahasa ambon, Dayak dan Melayu.

"Artinya dengan makna tarian ini kita megajak seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang bersatu, untuk maju sehingga Kabupaten Ketapang menjadi Kabupaten yang terdepan," kata Bupati.   

Kepada para pemain, ia berpesan untuk menjaga sportifitas dengan menjauhi hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan para pemain maupun penonton, yang akhirnya terjadi perkelahian.

"Jangan sampai ada yang berkelahi, di lapangan hijau maupun para penonton, karena kita berharap menonton permainan sepak bola yang penuh dengan sportifitas dan persaudaraan," imbau bupati.

Selain itu dari pertandingan ini diharapkan bupati dapat melihat bibit-bibit pemain sepak bola yang baik kemudian dilatih dilakukan training centre untuk menjadi kesebelasan yang akan berlaga pada pekan olah raga tingkat provinsi Kalimantan Barat pada September 2018. (pk/teo/ind)