Kamis, 19 September 2019


Bupati Pimpin Upacara HGN dan HUT PGRI ke 72

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 686
Bupati Pimpin Upacara HGN dan HUT PGRI ke 72

PASKIBRA - Para guru sedang menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (27/11). (Humas)

KETAPANG, SP - Meski sempat diguyur hujan, upacara memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-72 di Kabupaten Ketapang  berlangsung khidmat.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Martin Rantan, dan dihadiri pula Wakil Bupati, Suprapto, Forkopimda, serta peserta upacara yang terdiri dari TNI Polri, PNS , dan ribuan guru dan pelajar se Kabupaten Ketapang, di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (27/11).

Bupati Ketapang, Martin Rantan dipercaya membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendi, yang mengatakan tema hari guru kali ini, yakni "Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru". 

"Tema tersebut erat kaitannya dengan implementasi Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter," ujarnya.

Ia mengatakan, Perpres tersebut mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan, mereka memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, rasa, pikir dan olahraga.

"Guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat. Cara ini untuk mengobarkan gerakan nasional revolusi mental," kata Bupati.

Urgensi penguatan karakter ini, katanya, semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang dihadapi di masa yang akan datang. Menurutnya, peserta didik saat ini adalah calon generasi  emas Indonesia tahun 2045, yang harus memiliki jiwa Pancasila, guna menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.

"Oleh kerena itulah, kita mendukung para guru untuk terus bekerja keras mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan beraklak mulia," tuturnya.

Selanjutnya, guru mesti dapat berperan sebagai the significant ohter bagi peserta didik, agar bisa menjadi sumber keteladanan.

"Momentum hari guru nasional hendaknya, kita jadikan sebagai refleksi apakah guru- guru kita sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta  didiknya. Di sisi lainnya, apakah kita sudah cukup memuliakan guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita, sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil," terang Bupati.

Menurutnya, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru.

"Jadi, apapun kita, saat ini para gutu senantiasa mewarnai, bahkan bisa jadi merupakan  salah satu  faktor penentu keberhasilan kita," ujarnya.

Bagi pemerintah, peringatan hari guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan, bagaimana harus diakui, bahwa banyak persolan guru yang belum sepenuhnya teratasi.

Oleh sebab itu, kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten profesional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera dan bermartabat. (teo/bob)