PT WHW AR Komitmen Perhatikan Lingkungan Hidup

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 451

PT WHW AR Komitmen Perhatikan Lingkungan Hidup
Pabrik PT WHW Alumina Refinery di Kecamatan Kandawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat
KETAPANG, SP - Bagi sebuah perusahaan, masalah lingkungan hidup menjadi hal utama sebagai syarat untuk mengekspor barang produksinya. Logikanya , jika kegiatan lingkungan hidupnya tidak bermasalah, maka perusahaan bisa melakukan ekspor dan terbukti PT WHW AR telah mampu melakukan ekspor bahkan menembus angka 1,1 juta ton

Demikian pernyataan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang, Ir. H. Sukirno saat dimintai pendapat mengenai keberadaan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kemarin.

"Kalau dia (WHW AR) bisa melakukan ekspor artinya urusan lingkungannya tidak ada masalah. Karena, ada indikatornya yang apabila tidak terpenuhi bisa membuat ekspornya distop," kata Sukirno.
Sukirno mengatakan, walau WHW AR sempat mengalami kendala ketika ingin mengajukan ekspor yaitu pada masalah ijin limbah dalam kegiatan produksi.

Namun, hal tersebut bisa langsung diselesaikan, setelah Dinas Lingkungan Hidup melakukan verifikasi. "Kemarin terkendala satu itu, tapi kita verifikasi, kita cek dan kita berikan, sehingga mereka (WHW) bisa melakukan ekspor. Hanya satu itu saja kendalanya, tapi sudah kita selesaikan, karena masalahnya juga tidak terlalu serius dan sebelumnya juga mereka sudah melakukan ekspor," kata Sukirno.

Menurutnya, keberadaan WHW AR secara umum memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Karena dengan melakukan ekspor, artinya sudah ada output yang diberikan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. "Kalau secara khusus di lingkungan berarti tidak ada masalah. Positif. Karena sampai hari ini aman, tidak ada informasi yang negatif," kata Surkino.

Sementara itu, Direktur WHW AR, Stevi Thomas mengatakan, dalam menjalankan produksinya WHW AR tetap bertanggungjawab terhadap kegiatan lingkungan yang ada di sekitar pabrik dan di masyarakat. WHW sendiri telah menyediakan gudang TPS Limbah B3 untuk menampung setiap limbah hasil produksi.

"Kami juga melakukan pengukuran kualitas udara, melakukan pemantauan flora dan fauna, serta mengambil sampel air untuk diteliti," kata Stevi. Sebelumnya, WHW AR dalam kurun waktu satu tahun telah melakukan ekspor 1,1 juta ton alumina ke sejumlah negara. Ekspor ini melengkapi target yang ditentukan WHW AR yaitu 1 juta ton per tahun. Ekspor alumina milik WHW AR masih ke negara Tiongkok, dan berharap dapat tersebar hingga ke seluruh dunia. (*/teo/bob/pk)