Warga Bantah Isu Pencemaran Lingkungan dan Penggusuran Kuburan di Ketapang

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 600

Warga Bantah Isu Pencemaran Lingkungan dan Penggusuran Kuburan di Ketapang
CEK - Pengecekan lokasi kuburan yang masih utuh dan dipagar oleh pihak perusahaan, Kamis (28/12). (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Berbagai pihak di Kabupaten Ketapang, membantah pemberitaan terkait adanya limbah PT Ladang Sawit Mas (LSM) Bimitama Gunajaya Agro (BGA) Group, yang melakukan pencemaran lingkungan serta menggusur kuburan.
Bantahan tersebut, seperti yang dilontarkan, oleh Kepala Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Ejar Suandi.

"Sampai sekarang belum ada satupun masyarakat yang melapor atau saya temukan terkena penyakit gatal akibat limbah pabrik, termasuk mengenai isu ikan banyak mati di sungai, itu belum ada saya temukan," katanya, Kamis (28/12).

Informasi pemberitaan yang tidak benar, menurutnya malah membuat isu negatif di wilayahnya. Padahal kehadiran PT LSM membantu masyarakat khususnya dalam hal lapangan pekerjaan serta program CSR.

Ketua BPD Desa Sungai Kelik, Ridwan juga membantah informasi mewabahnya penyakit gatal-gatal dan banyaknya ikan yang mati, terutama di dua dusun yakni Tanjung Perak dan Kelik Tua.

Kepala Dusun Tanah Merah, Komensyah mengatakan, informasi penggusuran makam warga oleh PT LSM di dusunnya, juga dibantah warga setempat.

Corporate Affair BGA Group Reg Kalbar, Riduan mengatakan, pemberitaan di media online dan media sosial mengenai isu pencemaran oleh pihaknya, itu merupakan informasi tidak benar. (teo)