PT ASM Bantah Tudingan Mantan Karyawan Terkait Pemecatan Sepihak

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 725

PT ASM Bantah Tudingan Mantan Karyawan Terkait Pemecatan Sepihak
Corporate Affair PT Agro Sejahtera Mandiri (ASM), Wilson Situmorang saat diwawancarai awak media, Minggu (4/2) (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Corporate Affair PT Agro Sejahtera Mandiri (ASM), Wilson Situmorang membantah tudingan Suprianto, mantan operator alat berat yang mengaku dipecat secara sepihak oleh perusahaan tersebut. Menurutnya, tudingan Suprianto yang sempat mengemuka di salah satu media Ketapang tidaklah benar.

PHK  yang dilakukan pihaknya sudah melalui proses yang benar. Suprianto sendiri di PHK lantaran bermasalah dengan Manager Bengkuang Raya Estate (BRYE) PT ASM, Tigor P Sihombing pada November 2017 lalu.

Saat itu Suprianto marah. Sambil membawa parang mendatangi Tigor dipicu soal Surat Perintah Kerja (SPK) yang disampaikan kepada Suprianto sesuai bukti-bukti dari perusahaan.

"Perusahaan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kendawangan karena merasa terancam dengan kejadian itu," katanya, Minggu (4/2).

Setelah dilaporkan, pihak keluarga Suprianto mendatangi perusahaan lantaran takut laporan tersebut diproses pidana dan memohon agar laporan tersebut dicabut.

Pihak perusahaan mau mencabut laporan dengan syarat tertentu yang dibuat dalam surat pernyataan dan disepakati bersama antara Tigor sebagai pelapor dan Suprianto sebagai terlapor.

"Kemudian dibuatlah surat pernyataan pada 4 Desember 2017 di Polsek Kendawangan," terangnya.

Dalam surat pernyataan itu berisi pelapor akan mencabut laporan kepolisian terhadap Suprianto.

Suprianto  akan di PHK sesuai dengan peraturan yang berlaku serta akan menyelesaikan semua pekerjaan berdasarkan SPK PT ASM sesuai prosedur perusahaan serta tidak akan menuntut kembali perpanjangan dari SPK yang selesai 15 Desember 2017.

"Untuk hak Suprianto yang di PHK perusahaan akan memberikan sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan, namun sampai saat ini Suprianto yang tidak mau menerima pesangonnya karena menilai tidak sesuai aturan padahal sudah sesuai UU yang berlaku," jelasnya.

Dia berharap masyarakat Kendawangan  tidak terprovokasi berita yang tidak benar.

Kata Wilson, Suprianto sendiri pernah masuk penjara karena kejadian yang hampir sama dan sempat dipecat pula. (teo)