Enam Nelayan Kapal Kandas di Ketapang Berhasil Diselamatkan

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 410

Enam Nelayan Kapal Kandas di Ketapang Berhasil Diselamatkan
Evakuasi nelayan korban kapal kandas oleh tim gabungan, Minggu (4/2) malam. (ist)
KETAPANG, SP - Tim gabungan terdiri dari SAR Ketapang dan pihak terkait lainnya, berhasil menyelamatkan enam nelayan kapal kandas akibat kehilangan arah dan terjebak di perairan dangkal, Minggu (4/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Keenam nelayan tersebut yakni Sumitro (44), Suryadi (35), Jaenuri (19), Hairul Jawari (22), Hasantoso (29) dan Jauji (34).
Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika melalui pesan singkat Whatsapp, mendapatkan informasi awal dari Mujiati yang merupakan istri satu di antara awak kapal kandas tersebut.

"Kita mendapat laporan sekitar pukul 23.15 WIB, laporan menginformasikan kapal nelayan kandas di sekitar buoy II, Muara Pawan saat hendak memasuki alur Sungai Pawan kemudian kehilangan arah sehingga terjebak diperairan dangkal," ungkapnya, Senin (5/2).

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan mengintruksikan tim rescue Pos SAR Ketapang beserta tim gabungan terdiri dari KP3L, SROP Ketapang dan lainnya untuk menuju ke lokasi kejadian.

"Alhamdulillah berkat laporan cepat, tim berhasil mengevakuasi enam awak kapal dalam keadaan selamat, kemudian membawa mereka menuju pelabuhan Sukabangun," terangnya.

Atas insiden ini, dia mengimbau seluruh nelayan agar dapat memperhatikan dan mempersiapkan alat pendukung saat melaut seperti pelampung, navigasi, alat komunikasi serta alat penunjang kesalamatan lainnya.

Sementara itu, terkait hilangnya seorang nelayan, atas nama Senan (37) di perairan Tanjung Batu beberapa waktu lalu, hingga kini belum ditemukan.

Koordinator Pos SAR Ketapang, Suaka menyebutkan, nantinya sesuai ketentuan waktu yang berlaku kegiatan pencarian akan dihentikan. Dan akan dilanjutkan pemantauan apabila ada tanda-tanda ditemukannya korban.

"Kami mengimbau agar para nelayan maupun penyedia jasa transportasi untuk melihat kondisi cuaca sebelum melaut. Serta mempersiapkan alat keselamatan di kapal atau motor air untuk dipergunakan dalam keadaan darurat," pungkasnya. (teo)