Polemik Proyek Perpus SDN 18 Hulu Sungai, CV Risky Abadi Diminta di Blacklist

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 470

Polemik Proyek Perpus SDN 18 Hulu Sungai, CV Risky Abadi Diminta di Blacklist
SDN 18 Hulu Sungai. (ist)
KETAPANG, SP - Pasca diberitakan oleh beberapa media, pelaksana pembangunan Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Hulu Sungai telah melakukan pergantian terhadap kaca-kaca perpustakaan yang pecah.

Kepala Sekolah SDN 18, Baharen mengaku bersyukur, namun tetap meminta pihak terkait seperti Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memberikan peringatan kepada pelaksana tersebut.

"Informasinya memang kaca-kaca yang pecah sudah diganti. Tapi saya belum melihat langsung sebab baru selesai mengikuti Diklat Kepala Sekolah," akunya, Selasa (6/3).

Ia melanjutkan, pihaknya sangat kecewa dengan pelaksana yakni CV Risky Abadi yang dinilai melaksanakan pekerjaan dengan asal-asalan dan tidak menepati janji yang telah disepakati untuk mengganti kaca-kaca yang pecah sejak awal.

"Kita minta meskipun kaca-kaca sudah diganti, pihak terkait seperti Disdik menegur dan memperingati pelaksana ini, agar ke depan pelaksana tidak berani bermain-main dalam melaksanakan kerjaan yang didapat," tegasnya.

Ia menambahkan, ke depan agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali, meskipun pembangunan dilakukan di pedalaman seperti di tempat itu, namun mereka berharap pembangunan dilakukan dengan benar dan semaksimal mungkin sehingga tidak terkesan asal-asalan.

"Apalagi kayak kami tidak setiap tahun dapat bangunan, perlu waktu belasan bahkan puluhan tahun dapat bangunan, jadi tolonglah dikerjakan dengan benar meskipun lokasinya tidak terpantau," mintanya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Bihak Sekayuq Hulu Sungai, Sabinus Andi meminta pihak terkait tak hanya menegur pelaksana tetapi juga black list perusahaan tersebut lantaran dinilai mengabaikan kewajiban sebagai pelaksana pembangunan.

"Bayangkan saja sudah berbulan-bulan kaca itu pecah, bahkan sudah ada kesepakatan untuk mengganti namun tidak kunjung diganti-ganti oleh pelaksananya," katanya. (teo)