Kecamatan Singkup Puluhan Tahun Menanti KUA

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 738

Kecamatan Singkup Puluhan Tahun Menanti KUA
Petugas Pencatatan Nikah (PPN) Desa Sukamulya, Riyadi. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Petugas Pencatat Nikah (PPN) Desa Sukamulya, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Riyadi berharap agar pihak terkait dapat segera merealisasikan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kecamatan Singkup. 

Saat ini dirinya atau masyarakat yang hendak berurusan dengan KUA harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk menuju KUA di Kecamatan Marau.

"Sudah puluhan tahun belum ada KUA di Singkup. Jadi kalau mau ngurus urusan pernikahan harus ke KUA Marau karena masih nginduk disana," katanya, Selasa (20/3).

Ia melanjutkan, dirinya sudah lima tahun bekerja sebagai PPN di Desa Sukamulya, yang mana dirinya harus menempuh jarak jauh hingga satu jam dengan akses jalan yang masih rusak mengurus segala sesuatu berkaitan dengan pernikahan warganya.

"Belum lagi kalau saat hujan, makin susah aksesnya," tuturnya.

Ia menambahkan, oleh karena itu, banyak masyarakat yang hendak melakukan pernikahan di wilayahnya lebih memilih membayar biaya nikah ke kas negara sebesar Rp600 ribu dibandingkan menikah gratis ke KUA Marau yang jaraknya jauh.

"Banyak masyarakat tidak mau nikah ke KUA Marau meskipun gratis pada saat jam kerja karena jauh, jadi mereka terpaksa membayar ke negara untuk menikah di tempat," terangnya.

Untuk itu, ia berharap pihak terkait dapat mendorong dan mempercepat pembangunan KUA di wilayah Singkup lantaran saat ini khusus wilayah Singkup dan Air Upas masih menginduk ke KUA Marau.

"Informasi yang kita terima sudah beberapa tahun kalau di Singkup dan Air Upas sudah mau dibangun KUA tapi sampai sekarang belum ada," tandasnya. (teo)