ABC Ketapang Tarik Peredaran Ikan Kaleng Mengandung Cacing

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 547

ABC Ketapang Tarik Peredaran Ikan Kaleng Mengandung Cacing
Ilustrasi. (net)
KETAPANG, SP - Manajer Distribusi ABC di Ketapang, Sulianto mengatakan, pihaknya sudah mendapat email resmi dari manajemen ABC pusat ada Kamis (29/3), terkait temuan BPOM soal ikan kaleng mengandung parasit cacing.

Sehingga pihaknya juga langsung melakukan penarikan produk sejak hari itu juga.

"Para salesman kita sudah bergerak menarik produk makarel. Para outlet juga sudah kita kasi tahu minimal untuk tidak lagi memajang produk yang terindikasi mengandung parasit cacing karena akan kita lakukan penarikan. Bahkan ada beberapa outlet antusias mengenai informasi menelepon kita dan langsung kita suruh holding produk itu," ungkapnya.

Ia melanjutkan, penarikan atau holding dilakukan seluruh Indonesia termasuk di Ketapang sebagai langkah antisipasi pihaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sambil menunggu kemungkinan pihak dari quality control ABC akan datang ke Ketapang untuk melakukan pengecekan produk yang ditarik ini. 

Menurutnya, pihaknya mulai menjual produk ABC sejak tahun 2015 namun tidak hanya produk Ikan Makarel namun produk ABC lainnya seperti sirup.

Tapi baru kali ini ada berita yang disampaikan BPOM terindikasi padahal produk makarel ABC sudah terdaftar di BPOM.

"ABC bukan perusahaan baru dan kecil, mereka sangat peduli terhadap hal-hal begini terlebih yang menyangkut kepada konsumen," tuturnya.

Menurutnya, Ikan Makarel ABC tidak terlalu banyak beredar di Ketapang, karena produk tersebut tidak begitu laris dibanding beberapa merk makarel lainnya yang ada di Ketapang.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, pihaknya berupaya semaksimal dan secepat mungkin penarikan meskipun memang memerlukan waktu.

Pasalnya, outlet yang menjual produk tersebut ada sekitar seribu yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

"Melalui grup-grup outlet juga sudah kita sampaikan agar mereka melakukan holding produk dan tidak memajang dan menjualnya kepada konsumen dulu," pungkasnya. (teo)