Warga Polisikan Kades Banjarsari Ketapang

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 2259

Warga Polisikan Kades Banjarsari Ketapang
Warga saat melaporkan Kades Banjarsari di Polres Ketapang, Selasa (3/4)
KETAPANG, SP - Dagok (60), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, didampingi Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari melaporkan Kepala Desa Banjarsari, EH ke Polres Ketapang, Selasa (3/4).

Pelaporan ini, dipicu akibat EH tidak menyalurkan uang kompensasi lahan seluas 1.500,93 hektare dari PT Gunajaya Ketapang Sentosa (GKS), sebesar Rp1,5 miliar pada tahun 2013 silam.

"Padahal biaya ganti rugi sudah dibayar perusahaan ke kepala desa pada tahun 2013 lalu. Namun sampai sekarang saya selaku pemilik lahan tidak ada diberi uang kompensasi pembebasan lahan tersebut oleh kepala desa," ungkap Dagok.

Selama bertahun-tahun, dia sudah beberapa kali meminta kades agar segera memberikan apa yang menjadi haknya. Tapi tak pernah terealisasi. Kades hanya berjanji saja.

Dagok sendiri, mendapat kompensasi lahan seluas 1.100 hektare. Ini sudah disepakati dirinya beserta pihak perusahaan melalui berita acara kesepakatan penyelesaian klaim lahan atas namanya pada 19 Mei 2012 lalu.

Dalam kesepakatan itu, ganti rugi lahan dengan pola kemitraan 80-20 dengan nilai Rp500 ribu per hektarenya. Sehingga khusus lahannya dari 1.100 hektare uang yang diterima setara Rp 440 juta.

“Namun kepala desa hanya berjanji-jani akan menyalurkan tapi sudah bertahun-tahun tidak diberikan," katanya.

Seharusnya kades, tidak lagi mengambil apa yang menjadi haknya. Lantaran Kades sendiri telah menaikkan harga kompensasi lahan dari kesepakatan sebesar Rp500 ribu per hektare menjadi Rp1 juta per hektare.

"Kami tidak mempersoalkan harga lahan yang dinaikkan kades, hanya saja kami minta hak kami, biaya ganti rugi lahan dari perusahaan untuk lahan kami. Kenapa kades seolah kebal hukum dan tidak memberikan hak kami," tuturnya.

Dia berharap, Polres Ketapang dapat membantunya, menuntaskan persoalan ini.

"Harapan kami tinggal Polres Ketapang untuk membantu kami, karena kami orang kecil, perlu bantuan penegak hukum agar tak ada kades yang semena-mena," harapnya. (teo)