Kakek di Kendawangan Cabuli Siswi SD di Bekas Kamar Mandi Umum

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 4460

Kakek di Kendawangan Cabuli Siswi SD di Bekas Kamar Mandi Umum
Pelaku saat diwawancarai wartawan. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Kepolisian Resort  Ketapang menangkap seorang kakek-kakek berinisial AK (72) warga Kecamatan Kendawangan yang merupakan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dari pengakuannya pelaku telah melakukan pencabulan lebih dari 10 kali terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii mengatakan, kejadian pencabulan akhirnya diketahui setelah korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar bercerita kepada orang tuanya mengenai apa yang dilakukan pelaku terhadapnya.

"Pasca kejadian korban mengalami sakit dikemaluannya, jadi akhirnya korban cerita kepada orang tuanya sehingga terbongkarlah kejadian ini," ungkapnya, Senin (7/5).

Ia melanjutkan, dari keterangan korban terungkap pelaku sudah beberapa kali mencabuli. Kejadian terakhir dilakukan pelaku pada tanggal 4 April 2018 silam sekitar pukul 06.30 WIB di tempat tinggal pelaku di bekas kamar mandi umum di Kecamatan Kendawangan.

"Saat itu korban ingin buang air besar, karena di rumahnya tidak ada WC makanya menggunakan WC umum. Usai buang air pelaku sudah berada di depan kamarnya yang merupakan bekas kamar mandi umum," terangnya.

"Kemudian pelaku menawarkan uang kepada korban sebesar Rp2.000 kalau mau masuk ke kamarnya. Namun korban menolak dan pelaku menarik korban dan membawanya masuk ke kamarnya," lanjutnya.

Ia menambahkan, di dalam kamarnya pelaku kemudian menurunkan celana korban dan membaringkan korban sambil memegang leher korban.

"Bahkan usai melakukan aksinya pelaku dari pengakuan korban, mengancam akan mencekik leher korban kalau berani berteriak," terangnya.

Saat ini, korban sendiri sudah diminta keterangan dan sudah melakukan visum yang mana dari hasil visum diketahui korban mengalami luka pada kemaluan.

Pelaku sendiri sudah diamankan di Mapolres Ketapang dan disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (teo)