Minggu, 22 September 2019


Angka Golput di Ketapang Masih Tinggi

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 611
Angka Golput di Ketapang Masih Tinggi

Ilustrasi. (Net)

KETAPANG, SP - Lebih dari seratus ribu lebih warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Ketapang, tidak menyalurkan hak pilihnya (golput) pada pungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, 27 Juni 2018. 

Jumlah DPT di Ketapang sebanyak 335.723 pemilih. Dari angka itu yang memberikan hak pilihnya hanya 229.845, sehingga terdapat 105.878 pemilih yang tidak menyalurkan hak pilihnya.

Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus menilai masih rendahnya angka partisipasi pemilih ini, harus menjadi cambuk bagi penyelenggara pemilu, khususnya KPU untuk terus meningkatkan kinerja dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

"Angka golput tinggi disebabkan banyak hal, misalkan banyaknya masyarakat tidak ada di tempat karena waktu libur yang panjang. Kemudian saya dengar persoalan di petugas penyelenggara tingkat bawah yang banyak tidak menyampaikan surat pemberitahuan pemilih atau C6 kepada yang berhak, sehingga mereka tidak hadir," ungkapnya, Jumat (6/7).

Budi mengatakan, dirinya banyak mendapatkan laporan, mulai dari masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih padahal memenuhi syarat, hingga surat C6 yang tidak disalurkan petugas penyelenggara kepada masyarakat.

"Penyelenggara harus profesional, kita tidak berpikir penyelenggara tidak bekerja dengan benar, hanya saja faktanya banyak C6 yang tidak disampaikan ke pemilih, itu harus jadi bahan evaluasi," pintanya.

"Masyarakat kita ini kan pasif, peran KPU melakukan jemput bola jalankan tahapan dengan baik, gencarkan sosialisasi mulai dari tingkat penyelenggara atas hingga bawah. Selain kita minta peran aktif tokoh masyarakat, tokoh politik untuk dapat membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin justru mengaku partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini meningkat menjadi 68 persen dibanding pada pemilu sebelumnya sekitar 56 persen. 

"Target kita tentu sebanyak-banyaknya, makanya kita akan berusaha semaksimal mungkin menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu, terlebih di tahun 2019 kita akan menghadapi banyak pemilu," akunya.

Ia melanjutkan, selain peningkatan kinerja yang akan dilakukan pihaknya, ia juga menilai hal ini merupakan tanggung jawab bersama sehingga peran masyarakat, baik tokoh masyarakat, tokoh politik untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan hak pilih. (teo)