Senin, 09 Desember 2019


Orangutan IAR Kerap Masuk Pemukiman Warga

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 428
Orangutan IAR Kerap Masuk Pemukiman Warga

Ilustrasi Orangutan IAR. (ist)

KETAPANG, SP - Warga Desa Sei Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, mengeluhkan keberadaan Orangutan yang direhabilitasi oleh International Animal Rescue (IAR) Ketapang kerap masuk ke wilayah perkebunan, bahkan kepemukiman warga.
Atas kejadian ini, warga merasa dirugikan dan ketakutan diserang oleh Orangutan tersebut.

"Tak hanya merusak lahan warga, terakhir Orangutan masuk hingga ke dalam asrama mahasiswi Al-Haudl bahkan ada Orangutan sampai mengejar warga," ungkap Kepala Desa Sei Awan Kiri, Rusli, Rabu (11/7).

Dia mengaku bingung Orangutan IAR tersebut kerap lepas. Puluhan warga yang resah membuat laporan ke pihaknya. Mereka membikin berita acara rapat dan menuntut ganti rugi atas lahan yang dirusak Orangutan.
Warga juga meminta agar IAR tidak melakukan operasional di wilayahnya jika memang kerap terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Ironisnya kata Rusli, masyarakat tidak bisa berbuat banyak ketika Orangutan masuk ke dalam wilayah mereka. Pasalnya mereka takut terkena sanksi hukum jika melakukan hal-hal tidak diinginkan. Apalagi sampai saat ini masih ada beberapa warga yang belum menerima ganti rugi.

"Dilema bagi masyarakat, satu sisi mereka takut diserang Orangutan, satu sisi kebun dirusak, satu sisi kalau memukul atau menyerang Orangutan nanti dipersalahkan. Makanya banyak warga melapor soal keresahan mengenai keberadaan IAR yang memelihara Orangutan yang kerap terlepas," katanya.

Untuk itu dia berharap, jika memang IAR tidak mampu menjaga Orangutan yang ada, untuk tidak lagi melakukan aktivitas di wilayah sekitar tempatnya. Rusli mengaku lebih mementingkan keselamatan serta kenyamanan warganya dibanding keberadaan IAR.

"Kalau keberadaan IAR malah memicu seringnya Orangutan lepas, maka lebih baik IAR pindah atau tidak beroperasional di wilayah sekitar kami. Apalagi selama ini kami tidak pernah tahu apa yang dibangun IAR, aktivitas apa saja karena tidak pernah mereka menyampaikan kepada kami," katanya. (teo)