Rabu, 18 September 2019


Biarpet di Ketapang Akibat Kondisi Jaringan, PLN Bantah Biarpet Tiap Hari Terjadi

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 576
Biarpet di Ketapang Akibat Kondisi Jaringan, PLN Bantah Biarpet Tiap Hari Terjadi

Ilustrasi. (Net)

Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar
"Pemadaman memang ada dilakukan tapi tidak setiap hari dan tidak berkali-kali menyesuaikan dengan kondisi jaringan kita"

KETAPANG, SP – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang membantah pemadaman listrik kerap dilakukan tiap hari, terutama di wilayah Komplek Gerbang Mutiara, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong. 

Hal ini ditegaskan oleh Manager PLN Area Ketapang, Wilfrid Siregar menanggapi keluhan warga yang bahkan menyatakan pemadaman listrik ibarat minum obat, alias sehari bisa beberapa kali. 

"Kami (PLN-red) tidak pernah melakukan pemadaman mendadak seperti yang disebutkan warga dan yang telah dimuat di beberapa media," ungkapnya, Kamis (12/7).

Menurut Wilfrid, sesuai dengan data pihaknya, pemadaman memang terjadi yang diakibatkan adanya ketidakstabilan frekuensi sistem. Sehingga demi pengamanan dalam bekerja untuk menormalkan sistem menghindari pemadaman total.

"Pemadaman memang ada dilakukan tapi tidak setiap hari dan tidak berkali-kali menyesuaikan dengan kondisi jaringan kita," katanya.

Dia menyatakan, pemadaman listrik yang dilakukan tidak mengurangi intensitas pelayanan listrik. Pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap gangguan-gangguan yang ada, serta membagi wilayah pemadaman sesuai jadwal yang telah dibuat.

"Untuk malam takbiran memang ada padam di wilayah Benua Kayong tapi durasinya tidak lama hanya sekitar empat menit saja," katanya.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar dapat merelakan tanam tumbuh dipangkas, sehingga mengurangi risiko potensi gangguan di luar upaya yang terus dilakukan.

"Jika Ada informasi dikarenakan padam silahkan untuk  menghubungi contact center 123," pungkasnya.

Sebelumnya, listrik biarpet di  kawasan Komplek Gerbang Mutiara, disebutkan satu di antara warga, Ibrahim seperti minum obat. 

"Barang elektronik beberapa buah rusak, yang paling sering rusak bola lampu, karena listrik mati hidup mati hidup putus bolanya," katanya.

Kondisi ini menurutnya, sudah terjadi sejak bulan puasa hingga sekarang. Ironisnya pemadaman listrik kerap terjadi pada saat akan menjalankan ibadah salat Magrib.

"Kadang pagi mati, siang mati, malam pun mati. Durasinya memang tidak lama biasanya 20 menitan, tapi itu menganggu apalagi kalau mau beribadah, bayangkan pada malam takbiran saja mati, kami sampai menggunakan genset," tuturnya.

Ia menekankan, agar PLN segera memperbaiki kinerja. Mengingat persoalan biarpet adalah masalah klasik yang tak kunjung tuntas.

Bangun Komunikasi yang Baik

Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani meminta agar pihak PLN Area Ketapang proaktif menanggapi setiap keluhan dari warga. Dia meminta perusahaan plat merah itu tidak menunggu laporan baru akan memberikan pelayanan.

“Tak ada alasan PLN untuk tidak memberikan penjelasan dari apa yang dikeluhkan tersebut. Harus proaktif, jangan tunggu warga kecewa dulu. PLN perlu membangun komunikasi yang baik antara pihaknya dan warga,” katanya.

Apa kendala yang membuat biarpet, mesti segera dijelaskan terhadap masyarakat sebagai konsumen. Mengingat masyarakat juga mengikuti aturan yang diterapkan PLN, misalnya soal pencabutan listrik jika menunggak listrik.

Menurutnya, PLN tak boleh meremehkan permasalahan biarpet ini. Jangan karena masyarakat diam, PLN justru ikut-ikutan santai. Hal ini lah yang kemudian memicu permasalahan.

"Kasihan masyarakat jadi korban, aktivitas terganggu karena listrik sering padam, perabotan rusak karena biarpet, padahal masyarakat semua membayar listrik. Harapan PLN bisa memperbaiki pelayanannya kepada seluruh masyarakat Ketapang," pungkasnya. (teo/and)