Minggu, 22 September 2019


Warga Sukabangun Luar Desak Dinas Lakukan Fogging

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 305
Warga Sukabangun Luar Desak Dinas Lakukan Fogging

Ilustrasi. (Net)

KETAPANG, SP - Warga Desa Sukabangun Luar meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui instansi terkait untuk dapat melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan terjadinya penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya di wilayah mereka saat ini sudah terdapat beberapa warga yang terkena DBD.

LN (40) satu diantara warga Desa Sukabangun Luar yang anaknya sempat menderita DBD berharap agar segera dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan DBD di wilayah sekitarnya.

"Dua anak saya sempat dirawat di Agoesdjam pada 31 Juli kemarin, namun yang positif DBD cuma Al (8) dan sekarang Alhamdulillah sudah membaik dan sudah pulang ke rumah," akunya, Senin (20/8).

Ia melanjutkan, di desanya tak hanya anaknya yang diserang DBD, bahkan ada lebih dari lima orang anak-anak tetangganya yang juga terkena DBD. Untuk itu ia berharap Pemda Ketapang melalui dinas dan pihak terkait untuk dapat melakukan upaya menekan dan menanggulangi kasus DBD agar tak semakin meluas.

"Tahun lalu untuk abate dan fogging ada, tapi tahun ini belum. Makanya dengan adanya sekitar 8 kasus DBD kita berharap ada upaya untuk menekan agar DBD tidak menyebar, baik dengan fogging maupun upaya lainnya," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Rustami mengaku akan sesegera mungkin memerintahkan jajarannya untuk melakukan fogging di wilayah yang terdapat kasus DBD.

"Saya belum dapat laporan, namun karena sudah diinformasikan maka saya akan segera koordinasikan dengan puskesmas setempat," akunya, Senin (20/8).

Ia menegaskan, pihaknya akan sesegera mungkin melakukan upaya-upaya penekanan terhadap kasus DBD, baik dengan fogging, penaburan abate hingga melakukan advokasi bersama stakeholder terkait mengenai penanganan dan penyadaran terhadap masyarakat soal DBD.

"Kalau hari ini sudah dikomunikasikan, besok sudah bisa dilakukan fogging. Sosialisasi dengan masyarakat juga kita lakukan dan masyarakat ada juga kita libatkan sebagai pemantau jentik di rumah masing-masing," tukasnya. (teo)