Minggu, 15 Desember 2019


RSUD Agoesdjam Laporkan Dugaan Pemalsuan Surat Keterangan Sehat Bacaleg

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 899
RSUD Agoesdjam Laporkan Dugaan Pemalsuan Surat Keterangan Sehat Bacaleg

Ilustrasi. (Net)

KETAPANG, SP - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang melaporkan adanya dugaan pemalsuan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) jasmani yang dipergunakan oleh Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kabupaten Kayong Utara ke Mapolres Ketapang, Kamis (23/8).

Terkuaknya dugaan surat keterangan sehat palsu itu setelah KPU Kayong Utara melakukan kroscek ke rumah sakit. Tak tangung-tangung, ada 20 Bacaleg yang dilaporkan diduga menggunakan surat keterangan sehat palsu.

Direktur Umum (Dirut) RSUD Agoesdjam Ketapang, Rusdi Efendi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Ketapang terkait dugaan penggunaan surat keterangan sehat palsu dari RSUD Agoesdjam Ketapang ini.

"Saya sudah koordinasi dengan bupati mengenai persoalan ini, setelah saya jelaskan kronologisnya beliau bilang lapor saja ke kepolisian karena takutnya nanti jadi masalah," katanya.

Ia melanjutkan, setelah itu, pihaknya kemudian melakukan rapat internal memanggil pihak-pihak terkait dalam hal pengurusan surat keterangan sehat, namun setelah ditanyakan tidak ada satupun yang merasa mengetahui atau melakukan persoalan ini.

"Kami sudah laporkan ke polisi bersama dengan berkas-berkas terkait dan sudah ada tanda terima laporan juga dari polisi," akunya.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya tidak mengetahui adanya pemalsuan SKBS tersebut, sampai akhirnya pihak KPU Kayong Utara datang ke rumah sakit guna melakukan verfikasi dan klarifikasi mengenai keabsahan dokumen persyaratan Bacaleg DPRD KKU.

"Awalnya pihak KPU mengklarifikasi soal tanda tangan yang discan, kemudian memperlihatkan berkas surat keterangan sehat Bacaleg, yang mana beberapa diantaranya malah ada scan tanda tangan dokter yang tidak ada kewenangan untuk menandatangani surat kesehatan ini," terangnya.

Dari situ, dirinya langsung menjelaskan kalau hanya tiga dokter yang bertugas dan memiliki kewenangan menandatangani surat kesehatan diantaranya dokter Simon, Tengku Sari dan Hendra. Sedangkan dokter lainnya yang ada diberkas bacaleg memang bekerja di RSUD Agoesdjam, namun tidak memiliki kewenangan menandatangani surat keterangan sehat.

"Ditambah lagi dokter yang tanda tangannya di scan sedang cuti, jadi kami pastikan surat keterangan sehat itu palsu," tegasnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Ketapang, Ipda Laury Tessalonica membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari pihak RSUD Agoesdjam terkait adanya dugaan tindak pidana pemalsuan SKBS.

"Laporan sudah kami terima, saat ini perkembangan kasusnya masih kami selidiki," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya masih akan meminta klarifikasi dan informasi kepada pihak-pihak terkait mengenai kasus ini, dan akan menaikkan kasus ke tahap selanjutnya jika sudah memiliki cukup bukti.

"Sekarang masih tahap penyelidikan, yang jelas kalau sudah cukup bukti maka akan dinaikkan ke tahap selanjutnya. Di dalam laporan ada sekitar 20 Bacaleg yang diduga menggunakan surat keterangan berbadan sehat palsu," tukasnya. (teo)