Penasehat Hukum Isa Anshari Sampaikan Eksepsi Terhadap Surat Dakwaan JPU

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 902

Penasehat Hukum Isa Anshari Sampaikan Eksepsi Terhadap Surat Dakwaan JPU
Foto suasana usai persidangan kasus ujaran kebencian atas terdakwa isa anshari di PN Ketapang, Selasa (11/12). (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Pengadilan Negeri (PN) Ketapang kembali menggelar sidang lanjutan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari. Sidang lanjutan beragendakan penyampaian Eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (11/12).

Dari pantauan, sidang sendiri di mulai sekitar pukul 09.17 WIB dan hanya dihadiri sekitar 9 orang masyarakat dengan penjagaan yang ketat dilakukan, yang mana masyarakat hendak menyaksikan persidangan harus melalui jalan masuk samping PN Ketapang dan diperiksa terlebih dahulu oleh aparat kepolisian yang telah berjaga.

Saat dikonfirmasi, Penasehat Hukum terdakwa, Syarif Kurniawan menyampaikan kalau Eksepsi yang disampaikan pihaknya lantaran dengan pertimbangan bahwa ada hal-hal prinsip yang perlu disampaikan berkaitan demi tegaknya hukum, kebenaran dan keadilan yang menjadi hak asasi tiap manusia.

"Eksepsi ini kami buat tidak untuk mengurangi rasa hormat kepada Jaksa Penuntut Umum yang sedang melaksanakan fungsi dan tugasnya, serta bukan untuk memperlambat jalannya proses peradilan. Namun Eksepsi ini bertujuan sebagai penyeimbang dari surat dakwaan yang disusun dan dibacakan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang Rabu (5/12) lalu," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya menilai dalam hal penyusunan surat dakwaan oleh JPU terdapat kejanggalan dan ketidakjelasan yang menyebabkan pihaknya mengajukan keberatan lantaran surat dakwaan dinilai Obscuur Libel (Dakwaan Kabur), uraian perbuatan dalam rumusan surat dakwaan dinilai tidak cermat padahal pada pasal 143 ayat (2) KUHAP disampaikan kalau surat dakwaan harus disusun secara cermat, jelas dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan.

Sedangkan didalam surat dakwaan, kami menilai kalau dakwaan tidak cermat lantaran tidak mengutarakan unsur-unsur perbuatan pidana lantaran dalam surat dakwaan tidak menyebutkan secara rinci serta tidak menjelaskan secara rinci kerugian yang diderita, dampak yang dialami oleh Croenlis selaku saksi pelapor dalam hal ini.

"Hal-hal ini yang menjadikan kami sanksi atas surat dakwaan dan menilai surat dakwaan tidak cermat dan teliti. Kami berharap atas apa yang telah disampaikan dalam persidangan majelis hakim dapat mengabulkan eksepsi kami, menyampaikan surat dakwaan batal demi hukum, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan yang ada," harapnya. (Teo)