Senin, 23 September 2019


Raden Akhirnya Menang Gugatan Minta Pengadilan Eksekusi Lahan 46 Hektare Dicaplok PT WHW-AR

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 330
Raden Akhirnya Menang Gugatan Minta Pengadilan Eksekusi Lahan 46  Hektare Dicaplok PT WHW-AR

KETAPANG, SP - Raden Masdi warga Dusun Kerta Jaya, Desa Kendawangan, Kecamatan Kendawangan melalui kuasa hukumnya Agus Hendri mengajukan permohonan eksekusi terhadap lahan milik kliennya seluas 46,2 hektare.

Lahan seluas itu sebelumnya diduga dicaplok dan dibangun oleh PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW-AR).

Agus mengatakan, permohonan eksekusi lahan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI pada 24 April 2018 dalam perkara No 386K/Pdt/2018, yang mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Raden Masdi atas kepemilikan lahan seluas 46,2 hektare tersebut.

"Kami sudah mengajukan permohonan eksekusi kepada Ketua PN Ketapang," kata Agus, Kamis (13/12).

Saat ini pengajuan permohonan eksekusi sudah ditindakLanjuti oleh PN Ketapang dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk menghadiri sidang insidentil pada Rabu (19/12) mendatang.

"Agenda sidang rencananya ada pemberian teguran terhadap PT WHW-AR agar menyerahkan lahan objek sengketa yang dikuasainya kepada klien kami dalam keadaam kosong," tegasnya.

Sengketa lahan antara Raden dengan PT WHW-AR dimulai pada 12 Oktober 2016, yang mana saat itu pihaknya mengajukan gugatan terhadap PT WHW-AR di Pengadilan Negeri Ketapang, hanya saja hasilnya, setelah menjalani persidangan selama 4 bulan perkara tersebut diputuskan PN Ketapang dengan menolak gugatan kliennya.

Raden kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Pontianak, lagi-lagi hasilnya sama. Kembali ditolak. 

"Karena lahan itu memang milik klien kami, tentu kami tidak putus asa, kami lalu ajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI dan melalui majelis Hakim Agung Dr. Yakup Ginting, SH, C.N, M. Kn. Akhirnya perjuangan kami berbuah hasil, Mahkamah Agung mengabulkan gugatan kami," terangnya.

Saat dikonfirmasi, Public Relations PT WHW AR, Hen Roliya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum perusahaan terlebih dahulu, terkait persoalan ini dan baru akan bisa memberikan jawaban pada besok (Jumat-red). (teo).