20 Tahun, Warga Air Dekakah Hidup Tanpa Listrik PLN

Ketapang

Editor Admin Dibaca : 157

20 Tahun, Warga Air Dekakah Hidup Tanpa Listrik PLN
ILUSTRASI
KETAPANG, SP - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Air Dekakah, Kecamatan Manis Mata hingga saat ini terus mendambakan aliran listrik. Puluhan tahun tanpa listrik masyarakat mengeluhkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk menghidupkan genset guna menerangi rumah mereka.

Saat dikonfirmasi, Kades Air Dekakah, Apen mengaku kalau sudah puluhan tahun desa di
tempatnya belum juga dialiri listrik. Padahal, tiang listrik di tempatnya sudah dibangun sejak sekitar 20 tahun lalu.

"Tiang listrik yang ada sudah puluhan tahun dibangun tapi listriknya belum masuk, bahkan tiangnya sudah banyak rusak dan tidak layak pakai lagi," ungkapnya, Jumat (28/12).

Ia melanjutkan, sedikitnya ada ratusan Kepala Keluarga yang mendambakan listrik di desanya
. Realitasnya, hingga saat ini masyarakat di tempatnya hanya menggunakan mesin pribadi untuk menerangi rumah-rumah mereka.

"Masyarakat menggunakan mesin pribadi, tapi tidak semua ada mesin. Yang punya mesin
pun tidak bisa 24 jam digunakan, biasanya hanya dari pukul 18.00 WIB hingga paling malam pukul 23.00 WIB untuk menghemat biaya minyak yang dikeluarkan," terangnya.

Ia menambahkan, dalam satu bulan masyarakat di
tempatnya yang memiliki mesin genset termasuk dirinya harus menghabiskan puluhan liter bahan bakar untuk menghidupkan  genset. Warganya harus merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mendapatkan penerangan.

"Sebulan bisa Rp800 ribu untuk pembelian minyak mesin. Makanya masyarakat sangat mendambakan listrik segera masuk,"
ujarnya.

Sebelumnya, ia juga menceritakan kalau harapan desanya teraliri listrik mulai ketika pihak PLN Area Ketapang bersama kontraktor mengadakan pembangunan jaringan. Pembangunan kontruksi Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) hingga Gardu distribusi di tempatnya harusnya berlangsung pada bulan Juli hingga September 2018 ini. Namun diakuinya, janji tinggallah janji, lantaran tidak ada realisasi dari pihak pelaksana sampai saat ini mengenai pembangunan tersebut.

Humas PLN Provinsi Kalbar, Hendra, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa mangkraknya keterlambatan pembangunan jaringan listrik Desa Air Dekakah, Kecamatan Manis Mata disebabkan oleh adanya persoalan internal. Persoalan di internal kontraktor pelaksana pembangunan, yang saat ini pihaknya sudah mengambil langkah berupa SP 1 sesuai mekanisme yang ada.

Walaupun ada persoalan internal, Hendra menyatakan, pihaknya akan tetap berkomitmen untuk melaksanakan target pembangunan hingga Triwulan 1 Tahun 2019. "Kita tetap komit melaksanakan pembangunan, target hingga Triwulan 1 Tahun 2019," tukasnya. (teo/lha).