Terlibat KDRT, Suami Mantan Wakil Ketua DPRD Ketapang Segera Disidangkan

Ketapang

Editor hendra anglink Dibaca : 219

Terlibat KDRT, Suami Mantan Wakil Ketua DPRD Ketapang Segera Disidangkan
KETAPANG, SP - Penyidik Polres Ketapang telah melimpahkan berkas perkara kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang melibatkan JS terhadap istrinya Qadarini. 

Sebagaimana diketahui, Qadarini merupakan  Wakil Ketua DPRD Ketapang. Belakangan Qadarini mengundurkan dari jabatan tersebut.

Kaur Humas Polres Ketapang, Ipda Matalib, menjelaskan, kasus KDRT yang dialami Qadarini, dengan pelaku suaminya sendiri berinisial JS, dilaporkan ke kepolisian beberapa waktu lalu. Saat itu Qadarini  mengalami luka lebam ditubuh termasuk pada bagian wajahnya.

"Setalah mendapat laporan, kita langsung melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan sejumlah alat bukti. Saat ini suami korban sudah ditahan setelah barang bukti yang kami miliki sudah cukup," ungkapnya, Jumat (11/1).

Ia menjelaskan, korban hendak mengentikan kasus ini dengan mengirimi surat pencabutan laporan, akan tetapi kasus ini tetap berlanjut lantaran proses penyidikan tahap 1 telah dilakukan.

"Karena sesuai aturan tahap 1 sudah maka pencabutan laporan tidak bisa, kasus ini tetap dilanjutkan," terangnya.

Ia menambahkan, kalau dalam kasus ini proses penyidikan telah selesai dan penyidik telah melengkapi berkas perkara serta telah menyerahkannya ke Kejaksaan Negeri Ketapang untuk proses lebih lanjut.

"Berkas sudah diteliti oleh jaksa dan sudah dinyatakan lengkap atau P 21. Tinggal saat ini kewenangan Kejaksaan untuk melimpahkan berkas dan tersangka ke Pengadilan," tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri ketapang, Rudy Astanto membenarkan kalau pihaknya sudah menerima berkas limpahan dari Polres pada Selasa (8/1) lalu.

"Berkas dan tersangkanya sudah kita terima, selanjutnya tinggal kita limpahkan ke pengadilan negeri," akunya.

Ia mengaku, sebelum dilimpahkan untuk disidangkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap berkas dan setelah itu akan dilimpahkan kepengadilan pada pekan depan.

"Kemungkinan pekan depan kita limpahkan untuk disidangkan. Dari berkas yang kita terima tersangka diancam Pasal 44 tentang KDRT dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun," terangnya. (teo)