Senin, 14 Oktober 2019


Polres Ketapang Dalami Laporan Dugaan Penipuan Korban Prostitusi Online

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 3127
Polres Ketapang Dalami Laporan Dugaan Penipuan Korban Prostitusi Online

Warga membuat pengaduan dugaan penipuan di Polres Ketapang

KETAPANG, SP - Dua tersangka muncikari prostitusi online SD (31) dan NI (32), yang kini ditangani Polres Ketapang, tengah dipersiapkan masuk tahap satu ke Kejaksaan Negeri.

"Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP-red) sudah kita sampaikan juga ke JPU," kata Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, Kamis (7/2).

Ia menambahkan, terkait adanya laporan kasus penipuan yang dilaporkan kedua tersangka dan beberapa warga lain terhadap SS (22) yang merupakan korban dan pelapor kasus prostitusi online, pihaknya mengaku sudah menerima pengaduan tersebut.

"Untuk laporan terhadap SS kita tetap proses tapi itu di luar kontek dari kasus prostitusi, jadi dua-duanya kita proses sesuai aturan," ujarnya.

Kuasa hukum tersangka kasus prostitusi online, Dewa M Satria mengatakan, terkait persoalan kasus yang menimpa kedua kliennya pihaknya menyerahkan proses hukum ke pihak terkait, namun dia berharap aparat melihat latar belakang atas kejadian tersebut khususnya persoalan pelapor atau korban yang meminta dirinya dijual lantaran tak bisa membayar hutang kepada tersangka.

"Kita terus berupaya menyampaikan bukti-bukti termasuk chat korban yang meminta dijual dan bukti hutang korban kepada tersangka melalui kuitansi dan perjanjian korban yang mengaku akan membayar hutang tersebut," katanya.

Ia melanjutkan, selain itu pihaknya meminta keadilan kepada aparat hukum dengan sesegera mungkin memproses hukum SS (22) lantaran hingga saat ini sudah ada 3 laporan yang disampaikan ke Mapolres Ketapang terkait kasus penipuan yang telah dilakukan oleh SS. 

Yang mana laporan terakhir sesuai informasi yang diterimanya dilakukan oleh warga bernama Sri Marisa dengan kerugian Rp 14,6 juta.

"Selain 3 laporan ini, sudah ada para korban penipuan oleh SS sekitar 28 orang yang sudah berkoordinasi dengan saya dan berencana melaporkan SS atas kasus penipuan dengan dalih investasi," jelasnya. (teo)