Kamis, 12 Desember 2019


SS Bantah Minta Dijual kepada Lelaki Hidung Belang

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 735
SS Bantah Minta Dijual kepada Lelaki Hidung Belang

Ilustrasi

KETAPANG, SP - Heri Sasmito, kuasa hukum SS (22) korban prostitusi online membantah pernyataan tersangka SD (31) terkait tudingan korban yang meminta dijual kepada lelaki hidung belang. 

Ia menegaskan, bahwa tersangka yang menawarkan korban untuk melayani pria hidung belang.

"Tidak mungkin korban minta dijual, logikanya ada kah orang mau menjual diri sendiri. Tapi ini karena keadaan atau ada orang lain yang memaksa," katanya, Jumat (8/2).

Ia melanjutkan, tersangka selalu menagih uang kepada korban sehingga korban terdesak dan tersudutkan, bahkan tersangka meminta korban melayani lelaki hidung belang jika tidak mampu mengembalikan uang.

"Akhirnya korban menjawab "terserah," tuturnya.

Ia menambahkan, korban juga mengaku menangis saat pertama kali melayani lelaki hidung belang sehingga penjualan pertama kali itu gagal karena korban tidak siap dan menangis.

"Karena kondisi dan keadaan membuat seperti itu, karena kalau korban menjual diri tak mungkin dia sampai menangis," nilainya.

Sementara itu, mengenai hutang korban terhadap tersangka sebanyak Rp14 Juta, diakuinya kalau itu memang benar, namun itu bukan untuk sebuah investasi melainkan untuk arisan online dengan sejumlah keuntungan. Bahkan uang tersangka bukan digunakan korban melainkan diserahkan kepada orang lain.

"Korban ini admin arisan online dan merupakan kepanjangan tangan tersangka," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam arisan online ini dari awal tersangka sudah diberi tahu mengenai beberapa keuntungan yang mana tak hanya pemilik uang, korban juga mendapatkan keuntungan selaku admin arisan online ini namun tentunya keuntungan tidak sebanyak keuntungan pemilik uang.

"Namun intinya korban siap mengembalikan uang tersangka, bahkan sudah ada kuitansi perjanjian pembayaran yang mana hutang paling lambat tanggal 1 Maret 2019, sehingga kalau tidak dikembalikan sesuai tanggal tersebut baru masuk ke ranah lainnya," jelasnya.

Iapun mengaku siap menyerahkan bukti-bukti yang dimiliki termasuk bukti buku tabungan uang yang ditransfer dan diteruskan kepada orang lain.

Untuk itu, terkait laporan penipuan terhadap korban, diakuinya menyerahkan persoalan kepada pihak kepolisian. Yang jelas dalam urusan arisan online hanya sebatas lisan atau kepercayaan apalagi korban dan tersangka sudah lama menjalankan arisan online ini dan sama-sama merasakan keuntungan.

"Kami berharap, masyarakat tidak menvonis korban maupun tersangka. Semua dalam konteks praduga tak bersalah. Biarkan polisi bekerja sesuai mikanisme yang berlaku," tukasnya. (teo)