Perkara Utang, TH Bantah Jual Anak di Bawah umur

Ketapang

Editor Admin Dibaca : 758

Perkara Utang, TH Bantah Jual Anak di Bawah umur
Ketiga tersangka prostitusi di Sandai, Ketapang.
KETAPANG, SP - TH (23) terduga muncikari, mengaku sama sekali tidak menjual korban. Menurut dia, korbanlah yang mengajak dia ke losmen dan berjanji akan membayar utang sebesar Rp600 ribu.

"Awalnya itu korban ada utang sama saya Rp 600 ribu. Korban janji mau bayar tapi dia mengajak saya ke Sandai. Saya ikutlah dia ke Sandai bersama dengan tersangka NI (22)," katanya.

Di Sandai mereka bersantai di sebuah kafe. Kemudian tersangka NI (22) mendapat telepon dari seseorang dan kemudian mengajak korban pergi ke sebuah losmen. Namun saat itu korban tidak mau pergi bersama tersangka NI dan mengajak dirinya.

"Katanya kalau mau duit ikut dia, jadi saya temankan dia ke penginapan itu, setelah sampai penginapan saya tidak mengomong apa-apa saya keluar, tak lama dia keluar kemudian mengasi duit ke saya sebesar Rp1 juta untuk dipegangkan dulu," katanya.

Setelah itu ia kemudian mengambil uangnya lagi sebesar Rp400 ribu dan Rp600 dibayarkan ke utang.

"Jadi saya tidak pernah menawarkan korban," akunya.

Sementara itu, tersangka NI (22) mengaku korban yang meminta dia mencarikan pelanggan lantaran mau membayar utang kepada TH (23).

"Saya telepon HL (52) dan dia juga minta carikan cewek, setelah saya sampaikan ke korban dan korban mau. Hanya saja korban tidak mau pergi sama saya ke penginapan dan maunya pergi sama TH (23). Saya juga tidak mendapat duit dari itu," akunya.

Sementara itu, tersangka HL (52) mengaku kalau dirinya ditawarkan oleh tersangka NI (22), yang mana tersangka NI mengaku kalau tarif korban sebesar Rp1 Juta dan meminta mencarikan kamar.

"Saya bilang boleh, dan saya cari kamar. Saat itu korban sama tersangka TH masuk ke kamar, namun tak lama tersangka TH keluar. Saya tidak tahu kalau korban usia masih 14 tahun," tukasnya. (teo)