Pertama Kali, Bandara Ketapang Gelar Simulasi Penanggulangan Gangguan Keamanan

Ketapang

Editor Admin Dibaca : 258

Pertama Kali, Bandara Ketapang Gelar Simulasi Penanggulangan Gangguan Keamanan
Simulasi gangguan keamanan di Bandara Ketapang
KETAPANG, SP - Bandara Rahadi Oesman Ketapang menggelar simulasi penanggulangan gangguan keamanan penerbangan atau Airport Contigency Plan (ACP) dalam rangka melaksanakan dokumen Aviation Security Program (ASP), Kamis (14/2). Simulasi penanggulangan gangguan keamanan dilakukan di sejumlah area Bandara.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Suhardoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan latihan pertama kali yang dilakukan, bahkan mungkin latihan pertamakali yang dilaksanakan oleh Bandara Klas II di Seluruh Indonesia.

"Tujuannya untuk melatih kesiagapan personel Bandara dalam menghadapi situasi gawat darurat. Serta menguji kehandalan fasilitas keamanan penerbangan," katanya.

Selain itu, latihan ini untuk menguji efektivitas koordinasi, komunikasi serta komando antar unit dan anggota Komite Keamanan Penerbangan khususnya dengan aparat keamanan baik dari Polri maupun TNI yang ada di Kabupaten Ketapang. Dalam latihan ini pihaknya memilih skenario penyanderaan dan teror Bandara yang melibatkan 250 personel yang terdiri baik dari anggota Komite Keamanan Bandar Udara yang berasal dari Kantor UPBU Rahadi Oesman, kepolisian, TNI, Perum LPPNPI, Stasiun BMKG, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Crew Maskapai Penerbangan PT Nam Air, PT. Wings Air, Penyedia Jasa Ground  Handling dan Konsesioner.

"Latihan ini perlu untuk kesiapan kita selaku Komite Keamanan Bandar Udara serta supaya dengan program keamanan bandar udara (Airport Security Programme-red)," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat menjelaskan kronologis simulasi penanggulangan gangguan keamanan. Menurutnya kejadian bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat seorang penumpang maskapai PT Kalong Air dengan nomor penerbangan KA 124 tujuan Ketapang-Pontianak berinsial A diketahui membawa amunisi senjata api yang cukup banyak pada saat pemeriksaan X Ray pertama Bandara.

"Usai diamankan dan hendak dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan melakukan perlawanan terhadap petugas keamanan Bandara yang sedang bertugas. Setelah berhasil diamankan karena terus memberontak akhirnya si A dibawa ke Mapolres Ketapang," akunya.

Namun, ternyata 5 orang rekan A yang ikut mengantar ke Bandara mengetahui kejadian dan mereka melakukan aksi penyanderaan dan teror terhadap petugas dan calon penumpang lainnya dengan menggunakan senjata api berupa pistol dan senapan laras panjang.

"Pukul 08.35 WIB Kepala Bandara menghubungi Kapolres dan Dandim melaporkan kejadian itu. Bahkan menyatakan kondisi bandara gawat sekaligus menyerahkan komando penanganan kepada Kapolres Ketapang sesuai dengan SOP yang ada didalam dokumen Airport Security Programme (ASP)," tuturunya.

Dari laporan itu, pihaknya bersama Kodim 1203 langsung mengirimkan pasukan taktis untuk mengatasi situasi merah yang terjadi di Bandara. Sekitar pukul 08.45 WIB pasukan taktis dan tim negosiator dari Polres dan Kodim 1203/Ketapang tiba di Bandara dan langsung melaksanakan koordinasi dengan petugas keamanan bandara sekaligus menyusun rencana pembebasan sandera.

"Usai negosiasi, didapat kesepakatan bahwa sandera akan dilepaskan bila si A dilepaskan dan diizinkan menuju Pontianak. Yang mana penukaran sandera dilakukan pada saat akan menaiki pesawat sehingga tim taknis telah ditempatkan di titik-titik strategis guna pembebasan sandera sekaligus melumpuhkan kelompok penyandera," katanya.

Sekitar pukul 09.10 WIB, tim negosiator tiba di Apron dan akan melakukan penukaran sandera, usai beberapa saat sandera telah berhasil diamankan, tim taktis dari Polres dan Kodim 1203 serta penembak jitu langsung melakukan pelumpuhan terhadap para pelaku penyanderaan.

Pukul 09.15 WIB kelompok penyandera dapat dilumpuhkan. 3 orang mendapat luka yang tidak berarti serta 2 orang memegang senjata api dilumpuhkan dengan timah panas. Setelah baru dibawa ke RSUD Agoesdjam dan kemudian dibawa ke Mapolres Ketapang.

Sekitar pukul 09.25 WIB, tim gabungan melakukan penyisiran dan sterilisasi seluruh area bandara untuk memastikan ada atau tidaknya barang-barang berbahaya yang ditinggalkan oleh kelompok penyandera.
"Setelah memastikan kondisi bandara aman, kemudian selaku pemegang komando saya mengembalikan kendali lapangan kepada kepala Bandara," tukasnya. (teo)