PT WHW Tolak Kedatangan KPU dan Bawaslu

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 2148

PT WHW Tolak Kedatangan KPU dan Bawaslu
BERI KETERANGAN – Komisioner KPU dan Bawaslu Ketapang usai memberi keterangan kepada wartawan terkait penolakan kedatangan mereka oleh manajeman PT WHW AR.
KETAPANG, SP – Manajemen PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) menolak kedatangan Komisioner KPU dan Bawaslu Ketapang ke perusahaan tersebut, Rabu (6/8).

Kedatangan lembaga pelaksana dan pengawasan pemilihan umum itu ke PT WHW AR untuk mendata karyawan dari luar Ketapang yang akan mengurus pindah memililh pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Sebelumnya, sudah ada pertemuan antara perusahaan bersama KPU untuk urusan kepemiluan karyawan yang bekerja di sana.

“Akibat penolakan ini, 591 karyawan dari luar Ketapang yang bekerja di perusahaan tersebut terancam tak dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April,” kata Komisioner KPU Ketapang Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Jami Surahman, Jumat (8/3).

Jami mengataan, pada 2018 KPU pernah datang ke PT WHW AR meminta data karyawan untuk kepentingan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPHTP) 1.

 Namun karena belum ada kepastian, KPU kemudian kembali melayangkan surat minta data karyawan dari luar Ketapang untuk penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). PT WHW AR kemudian memberikan data karyawan yang berasal dari luar Ketapang. Jumlahnya 772 orang, setelah diperiksa yang sudah terdaftar di DPT dan berpotensi memilih di Ketapang 591 orang.

"Jadi kedatangan kita kemarin karena sampai hari ini 591 karyawan WHW dari i luar Ketapang belum mengurus surat pindah memilih atau form A5, padahal waktu proses pindah memilih terus berjalan. Kita kemudian jemput bola ke WHW kemarin bersama Bawaslu juga," akunya.

Hanya saja, kedatangan KPU dan Bawaslu Ketapang ternyata ditolak pimpinan manajemen WHW dengan alasan belum bisa menerima kedatangan mereka.

"Berbagai alasan termasuk soal surat untuk bertemu, padahal kami sudah dari dulu telah mengirim surat, tapi perusahaan tetap tidak mau menerima kami," sesalnya.

Public Relation Executive
PT WHW AR, Hen Roliya mengaku, pihaknya tidak bermaksud menolak kedatangan KPU dan Bawaslu Ketapang .

Ia berkilah, saat dua lembaga tersebut datang, tidak ada pihak berwenang atau pimpinan yang bisa menerima mereka.
"Jadi memang saat itu tidak ada orang yang bisa menerima, semua pimpinan lagi tidak ada," akunya.

Menurut Hen Roliya, KPU dan Bawaslu ketika datang juga tidak memberikan informasi terlebih dahulu. Namun ia berjanji, akan menerima kedatangan KPU dan Bawaslu yang rencananya akan kembali dilakukan pada Sabtu (9/3).

"Intinya cuma miss komunikasi, karena kemarin tidak ada informasi mau datang, kebetulan pimpinan tidak ada. Besok katanya mau datang dan kita terima," yakinnya. (teo/jee)