Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 94

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
PENYERAHAN REWARD - Vest Presiden Agronomi PT Agrilestari, Junaidi menyerahkan reward DMPA secara simbolis kepada perwakilan Desa Tajok Kayong di Ketapang.
Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilaksanakan sejak 2016 telah menorehkan catatan prestasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Melalui program pemberdayaan partisipatif, masyarakat mampu mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mencapai ketahanan pangan ramah lingkungan melalui Pertanian Ekologis Terpadu (PET) dan meninggalkan pola bertani dengan membakar.

"Program DMPA dirancang kebutuhan masyarakat dari desa binaan kami. Saat ini, perusahaan telah melakukan pendampingan kepada 32 desa di Sumatera dan Kalimantan untuk program DMPA,” kata CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang, Kamis (14/3).

Melalui PET, masyarakat tetap dapat bertani dan mendapatkan pangan yang dibutuhkan, bahkan mendapatkan produktifitas yang lebih baik dan pengeluaran yang lebih sedikit untuk mengelola pertanian. Bersama Masyarakat Siaga Api (MSA) dan pemerintah setempat, masyarakat desa diajak belajar dan praktik di lapangan, yang kemudian mereplikasikan di kebun masing-masing.

Metode PET mampu memberikan penghasilan Rp1–Rp1,3 juta setiap bulan untuk anggota dan digunakan untuk keperluan sehari-hari dan pendidikan anak. Indikator keberhasilan program DMPA juga diukur turunnya titik panas di Ketapang.

Pada 2018, titik panas di Ketapang menurun sebesar 89,0 persen, dibandingkan 2015 dari 213 titik panas menjadi 130 titik api di desa binaan. Upaya desa binaan di Ketapang menjaga areanya agar tidak terbakar mendapatkan apresiasi dari perusahaan.

Sejak 2016 desa yang berhasil mencegah karhutla menerima penghargaan Rp50-100 juta, dalam bentuk sarana dan prasarana pemadaman kebakaran dan fasilitas umum desa. “Pada 2018 lima desa mendapat Rp100 juta dan tiga desa mendapatkan Rp50 juta,” jelas Susanto.

Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Ketapang merespon menyambut baik hasil yang dicapai masyarakat delapan desa di Kecamatan Nanga Tayap dalam upaya pencegahan karhutla.

“Kami sadar perlu kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan agar program berjalan berkelanjutan. Karena itu, peran perusahaan, masyarakat, Distanakbun, Manggala Agni, serta muspika dan lembaga adat di Nanga Tayap sangat diperlukan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, L. Sikat Gudag.

Kades Nanga Tayap, Hafid berterimakasih atas program yang telah diberikan perusahan. Sebelum program ada, warga lebih memilih membuka lahan dengan membakar. Tapi sekarang tidak lagi, lewat program yang telah diajarkan warga komitmen menanam tanpa membakar. "Harapan kami setelah ini mari tetap bersinergi untuk tetap bekerjasama," ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Puspa Madani Desa Simpang Tiga Semblangaan, Maspupah mengatakan manfaat program PET sangat terasa karena memberikan pembelajaran dari tahap awal hingga panen.  "Kami bisa dapat pendidikan menanam mengolah tanpa membakar, jadi kami anggap ini penting," jelasnya. (teo/pk/jee)