Kasus Sumur Pantek Rugikan Negara Rp1,5 Miliar

Ketapang

Editor M. Eliazer Dibaca : 764

Kasus Sumur Pantek Rugikan Negara Rp1,5 Miliar
Kanit Tipikor Polres Ketapang, Iptu Rudianto saat diwawancara mengenai korupsi sumur pantek
KETAPANG, SP - Hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara Rp1,5 miliar dari kasus sumur pantek yang pembangunannya dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ketapang anggaran 2015.

Kepala Unit Tindak Pidana dan Korupsi Polres Ketapang, Iptu Rudianto mengatakan telah menerima tembusan risalah dari BPKP Kalbar, terkait kerugian negara dari kasus ini.

"Risalah ahli dari BPKP provinsi kita terima 1 Maret 2019, dengan total kerugian sekitar Rp1,5 Miliar," kata Rudianto, Selasa (19/3).

Sesuai dengan aturan yang berlaku, 60 hari pasca risalah kerugian negara dari BPKP Kalbar keluar, pihak terkait harus mengembalikan kerugian yang ditimbulkan ke kas negara.

“Jika tidak dikembalikan sampai batas waktu ditentukan, kasus ini dilanjutkan ke proses penyidikan, tetapi kalau kerugian negara dikembalikan sesuai waktunya, kasus dihentikan," terangnya. (teo)