Tahanan Polsek Marau Meninggal

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 130

Tahanan Polsek Marau Meninggal
PERIKSA TAHANAN – Polisi melakukan pemeriksaan tahanan di ruang tahanan polres. Di Ketapang, salah seorang tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor diketahui meninggal dunia.
KETAPANG, SP - Tahanan Polsek Marau, Dimas (20) meninggal dunia. Dimas merupakan tersangka kasus dugaan pencurian sepeda motor dan ditangkap 11 Maret 2019 dan sempat ditahan di ruang tahanan Polsek Marau.

Meninggalnya Dimas, warga Dusun Pemarauan, Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup Ketapang mengundang pertanyaan warga karena saat ditangkap, Dimas dalam keadaan sehat.

Surat pernyataan yang ditandatangani dua anggota Polsek Marau yang menyanggupi Tanggul dan Denda Adat atas meninggalnya Dimas dengan jumlah Rp90 juta juga beredar di masyarakat.

Ada tiga poin pernyataan yang ditulis dalam surat tersebut, pertama berjanji membayar Tanggul dan Denda Adat paling lama 27 Maret 2019 di Dusun Pemarauan, Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup dan diserahkan ke pihak keluarga.

Poin kedua, jika tidak terbayarkan pada 27 Maret 2019, maka kembali pada tuntutan awal Tanggul dan Denda Adat, sebesar Rp240 juta.

Poin ketiga mempersilakan dan mengizinkan dari pihak keluarga Dimas melanjutkan ke jalur hukum positif, sesuai aturan perundangan dan jenazah Dimas juga digali lagi untuk kepentingan outopsi jika tidak terbayar.

Surat pernyataan itu dibuat 20 Maret 2019 diketahui dan ditandatangani Kepala Desa Pantai Ketikal dan lima orang warga yang menjadi saksi.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat membenarkan ada tersangka di Polsek Marau atas nama Dimas meninggal dunia. Menurut Yury, Dimas meninggal karena terjatuh saat mencoba melarikan diri ketika dilakukan pengembangan kasus.

"Kejadian Sabtu (16/3), saat itu tersangka dibawa untuk pengembangan kasus di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Diperjalanan, tersangka berusaha melarikan diri dari kawalan petugas," kata Yury, Selasa (26/3).

"Saat dilakukan pengejaran, tersangka jatuh dan kepalanya terbentur aspal. Tersangka sempat dibawa ke rumah sakit di Kalteng, namun pada 19 Maret meninggal dunia," lanjut Yury.

Yury meyakinkan tidak ada pemukulan yang terhadap Dimas. Mengenai beredarnya pembayaran Tanggul dan Denda Adat atas kematian Dimas, menurut Yury itu bentuk pemberian santunan kepada keluarga.

"Dari Polsek tetap memberi santunan kepada keluarga tersangka atas ungkapan bela sungkawa," terangnya.

Dimas diduga melakukan pencurian sepeda motor bersama tiga tersangka lain. Berdasarkan pengakuan mereka, pencurian sudah dilakukan 21 kali. Selain itu mereka juga diduga melakukan pencurian sarang burung walet.

"Jenazah tersangka sudah divisum di RSUD Agoesdjam Ketapang. Saat ini penyidikan kasus pencurian tetap dilanjukan terhadap tiga tersangka lain,” kata Yury.

Kapolsek Marau, Iptu I Ketut Agus Pasek Sudina mengaku sudah menjelaskan masalah ini ke keluarga Dimas.

"Terkait santunan, itu hanya perihal kemanusian, tapi kalau untuk denda adat, kita sudah komunikasikan dengan dewan adat, bahwasanya apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur kepolisian," ungkapnya. (teo/jee)