Selasa, 15 Oktober 2019


Bimtek Pemungutan dan Perhitungan Suara

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 114
Bimtek Pemungutan dan Perhitungan Suara

BIMTEK – Berbagai kalangan dari pemerintah desa, kepolisian dan TNI hadir dalam pembukaan Bimtek Pemungutan dan Perhitungan Suara PPS dan KPPS di Kecamatan Benua Kayong, Kamis (4/4). ketapangnews.com

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Benua Kayong melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan dan Perhitungan Suara PPS dan KPPS untuk Pemilu 2019, di kantor Kecamatan Benua Kayong, Kamis (4/4).

Ketua PPK Benua Kayong, Wahyudin dalam mengatakan, pelaksanaan Bimtek merupakan salah satu tahapan yang harus dipahami seluruh penyelenggara PPK. Ia menyebut, dalam Bimtek juga disampaikan hal-hal teknis saat penyelenggaraan nanti.

“Kita minta di pelaksanaan Bimtek PPS dan KPPS serius mengikuti tahapannya agar memudahkan ketika melaksanakan tugas di lapangan,” kata Wahyudin.

KPPS juga merupakan ujung tombak pelaksanaan pemilu. Jika di lapangan masih ada keraguan, KPPS dapat langsung membuka buku panduan atau berkoordinasi dengan PPS.

Bimtek di Benua Kayong akan digelar tiga hari secara bertahap dengan jumlah pesert secara keseluruhan sebanyak 521 orang.

“Dilakukan secara bertahap agar semuanya efektif. Mengingat yang di Bimtek satu PPS diwakili tiga orang, dan satu TPS diwakili empat orang, untuk menyelesaikan semuanya dibuat tiga tahap dengan waktu tiga hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan jumlah TPS di Benua Kayong, total keseluruhan Daftar Pemilih Tetap Hasil Penambahan 2 (DPTHP2) berjumlah 31.267 pemilih. Menurutnya angka tersebut akan bertambah seiring dengan masukan DPTb dan DPK.

Sekretaris Camat Benua Kayong, Joko Wijanarko mengingatkan agar penyelenggara berhati-hari dalam melaksanakan tugas, serta tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Pemilu.

“Pemilu kali ini sangat sensitif, makanya penyelenggara harus berhati-hati. Jangan berfikir untuk bermain-main, karena semua itu ada sanksinya,” pesan Joko.

“Kesuksesan pemilu ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai masyarakat. Semoga Pemilu 2019 ini berjalan sukses,” tambahnya.

Kapolsek Benua Kayong, Ipda Irwan menyampaikan dalam Pemilu 2019 pada m empat TPS akan dimonitor satu anggota polisi. Bila TPS rawan, maka tiga TPS dijaga satu anggota Polri.

“Bila ada kejadian yang memerlukan keamanan lebih di TPS, silakan petugas KPPS minta bantuan ke anggota yang sudah ditugaskan. Anggota Polri juga tidak boleh masuk dalam ruang lingkup TPS,” pesannya. (ktn/jee)