Caleg PDIP Ancam Polisikan Penyebar Video Hoaks Dugaan Politik Uang

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 122

Caleg PDIP Ancam Polisikan Penyebar Video Hoaks Dugaan Politik Uang
Ketua DPC PDIP Ketapang, Kasdi saat memberikan penjelasan soal video yang diduga hoaks tentang dirinya.
KETAPANG, SP - Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai PDIP Ketapang, Kasdi mengancam akan mempolisikan pembuat dan penyebar hoaks tentang dirinya. Dia merasa sangat dirugikan akibat fitnah yang diduga dibuat lawan politiknya lewat sebuah video pengakuan politik uang.

Video tersebut memperlihatkan seseorang yang diduga timses caleg lainmempertanyakan kepada seorang warga yang mengaku mendapatkan uang dari oknum kepala desa di Kecamatan Singkup, dan diminta untuk memilih Kasdi yang merupakan caleg PDIP dapil 5.


"Saya tegaskan, selama ini saya tidak pernah menggunakan politik uang apalagi politik identitas. Jadi jujur saya terkejut melihat video yang menyudutkan saya itu,” katanya, Jumat (19/4).


Akibat video tersebut, raihan suara partainya turun dari perolehan Pemilu lalu. Dia meyakini, masyarakat termakan fitnah dan berita hoaks tersebut.

Dari penelusuran timnya, video direkam seorang anak caleg lawan politiknya di dapil sama. Satu tim dengan orang yang menanyai warga.

“Informasinya mereka datang dan memaksa warga di dalam video untuk mengaku kalau menerima uang dari Pak Madi yang merupakan Kades Sukaharja. Padahal setelah dicek Pak Kades tidak ada memberi uang untuk menyuruh mencoblos saya," tegasnya.


Menurutnya, kejadian ini jelas bermotif politik lantaran dibuat sehari sebelum pencoblosan. Akibatnya, dia tak bisa mengonter berita-berita fitnah yang terkesan dikondisikan oleh pihak-pihak tertentu.


Terlebih pascatersebarnya video itu, timbul kabar lain yang menyebut dirinya sudah ditangkap polisi dan dibawa ke Pontianak. Warga pun diminta tak memilihnya sebagai anggota DPRD Ketapang.

“Padahal saya ke Pontianak mengurus dana saksi parpol dan buktinya saya bisa memberikan hak suara ke TPS di kampung saya. Itu jelas hoaks yang memang menginginkan agar saya jatuh," nilainya.


Perihal stiker dirinya yang ada di video tersebut, menurutnya stiker tersebut bisa dengan mudah didapat warga. Pasalnya, selama masa kampanye dia membagikan bahan kampanye di antaranya baju dan stiker.

"Termasuk warga di dalam video itu namanya Pak Maman, dia juga pernah hadir dalam acara kampanye saya. Saat ini informasi Pak Kades sudah diklarifikasi oleh Panwascam Singkup. Harapan saya Pak Maman diklarifikasi juga agar ada penjelasan yang benar," mintanya.

Setelah tahapan Pemilu selesai, dia akan berkoordinasi dengan tim hukum untuk melaporkan pihak-pihak yang telah merekam dan menyebar video fitnah dan hoaks tentang dirinya.

"Kita sudah pegang bukti video itu, kita rencana akan laporkan soal video hoaks dengan kaitan Undang-Undang ITE," tegasnya.

Dalam video tersebut, warga yang ditanya mengaku mendapat uang dari sang kepala desa pada Selasa (16/4) sekitar pukul 06.00 WIB. Jumlah uang yang diterima sebanyak Rp350 ribu untuk dua rumah. Dalam pernyataannya, Kades masih akan membagikan uang tersebut hingga malam hari. Sang Kades pun melakukan sendiri karena tidak percaya jika menyuruh orang lain.

"Pak barang buktinya kita amankan ya," ucap warga yang menanyakan sembari mengambil uang dan kartu nama caleg dalam video tersebut. (teo/bls)