Senin, 14 Oktober 2019


Ketapang Direndam Banjir

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 299
Ketapang Direndam Banjir

BANJIR – Salah satu ruas jalan di Kota Ketapang yang terendam banjir. Buruknya drainase dan banyaknya bangunan ilegal dituding menjadi penyebab banjir. Pemkab Ketapang mengaku baru akan membenahi drainase pada 2020.

KETAPANG, SP - Hujan deras yang mengguyur Ketapang sejak Sabtu (27/4) malam hingga Minggu (28/4) dinihari, membuat sejumlah ruas jalan protokol di Kota Ketapang banjir.

Buruknya saluran drainase diduga menjadi pemicu  banjir yang juga merendam pemukiman warga.
Selain di Kota Ketapang, banjir juga terjadi di Kecamatan Jelai Hulu, Matan Hilir Selatan, Sungai Melayu Rayak, Nanga Tayap dan Delta Pawan.

Di Kecamatan Delta Pawan, genangan banjir mengepung hampir seluruh ruas jalan utama hingga pemukiman warga dengan ketinggian air 20 hingga 50 centimeter.

Ruas jalan protokol yang terendam yakni Jalan MT Haryono, Jalan Agus Salim, Jalan Beringin, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Di ponogoro, Jalan KH Mansyur, serta sejumlah ruas jalan lainnya. 

Salah seorang warga Kecamatan Delta Pawan, Susilo Aheng banjir yangterjadi di Ketapang sudah seharusnya di sikapi serius oleh Pemkab Ketapang.

"Pemda harus bertanggung jawab, ini bukan karena alam, tetapi karena drainase yang tidak berfungsi baik," katanya, Minggu (28/4).

Banjir di Ketapang hampir tiap tahun terjadi, apalagi ketika intensitas hujan tinggi.  Namun hal mendasar penyebab banjir karena drainase yang menyebabkan air tidak berfungsi normal.

"Buktinya air Sungai Pawan Surut, berarti ini bukan karena air sungai pasang, tapi aliran drainase yang mungkin banyak tidak berfungsi," nilainya. 

Ia meminta, Pemkan Ketapang serius membenahi drainase agar banjir bisa ditanggulangi. Jika drainase berfungsi baik, ia yakin air hujan tentu akan cepat mengalir sehingga banjir tidak terjadi.

Pelaksana tugas Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Mahsus mengakui pembangunan drainase di Kota Ketapang belum maksimal. Pemkab baru akan memaksimalkan pembangunan drainase pada 2010.

"Pak Bupati bilang tahun 2020 pembangunan akan difokuskan pada drainase dan infrastruktur jalan," ungkap Mahsus.

Tahun ini Pemkab Ketapang hanya menganggarkan Rp1,8 miliar untuk normalisasi drainase. Anggaran itu akan digunakan untuk normalisasi pembuangan air ke Sungai Pawan, di kawasan Jalan R Suprapto dan akan dikerjakan setelah proses lelang.

"Untuk desain pembangunan drainase di dalam kota sudah ada, tinggal pembangunannya saja yang rencananya tahun 2020 mendatang," katanya.

Namun Mahsus berkilah, banjir yang terjadi di Kota Ketapang kali ini bukan hanya dikarenakan buruknya saluran drainase, tapi disebabkan tingginya intensitas hujan dan membuat debit air di Sungai Pawan meningkat dan tidak dapat mengalir. (teo/jee)