Petani Khawatir Serangan Belalang Kembara

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 76

Petani Khawatir Serangan Belalang Kembara
Serangan Hama – Seorang petani berada di lahan pertanian yang dipenuhi hama belalang. Di Ketapang, serangan hama belalang kembara menjadi momok petani. Hama ini kerap menyebabkan terjadinya gagal panen.
KETAPANG, SP - Petani di Ketapang mulai dikhawatirkan serangan hama belalang kembara (locusta migratoria). Jenis hama ini biasanya menyerangan padi petani saat musim kemarau, seperti kondisi cuaca sekarang ini.

"Kalau sudah musim kemarau, siap-siap kedatangan belalang," kata salah seorang petani di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, As’ari (40), Selasa (14/5).

Dia menjelaskan, para petani sudah mulai menanam. Bahkan tanaman padi sudah cukup tinggi. Namun, jika belalang ini datang menyerang makan dipastikan akan tanaman padi akan rusak.

"Jika cepat diusir, tidak akan parah. Cuma masalahnya, untuk mengusir belalang ini susah. Dipukul pakai kayu tidak akan mampu, paling cuma melompat saja," ungkapnya.

Selama ini untuk mengusir hama belalang, petani menggunakan asap. Namun itupun tak maksimal mengusir belalang. Mereka berharap dinas terkait turun tangan mengatasi hal ini.

"Kita berharap Dinas Pertanian cepat turun jika sudah ada laporan belalang menyerang. Telah sedikit saja tanaman padi bisa habis," harapnya.

Tiga tahun yang lalu, kata As’ari, wilayahnya pernah diserang jutaan belalang kembara. Saking banyaknya, belalang mampu membuat cuaca panas langsung redup. "Kalau terbang itu seperti mau hujan, gelap. Ngeri lah," paparnya.

Selain serangan belalang, saat musim kemarau, petani juga pastinya kesulitan mendapat pasokan air untuk pengairan sawah.
"Tapi ini bisa diatasi bagi petani yang punya pompa dan sumur bor," katanya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Akhmad Humaidi, mengakui serangan hama belalang sangat berbahaya bagi lahan pertanian bahkan mengganggu psikologi petani. 

“Petani yang lahannya diserang belalang ini biasanya enggan menanam lagi, karena gagal panen,” kata Humaidi.

Menurutnya, serangan hama belalang kembara ini bisa di mana saja dan kapan saja. Hama belalang ini mudah menyerang karena terbang mengikuti arah angin. 

Di mana belalang ini singgah akan merusak tanaman, dan selanjutnya berkembang biak. Satu belalang betina bisa mengeluarkan 300 butir telur.

Telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 14 hari. Itulah kenapa populasi belalang sangat cepat meningkat. Dalam satu koloni saja jumlahnya mencapai jutaan ekor.

Belalang yang masuk dalam keluarga serangga ini memiliki usia antara 60 sampai 90 hari. Namun, dalam kurun waktu tersebut serangga bersayap ini akan selalu berkembang biak selagi persediaan makanan ada.

Humaidi mengungkapkan, selain tahun 1968, serangan belalang terparah juga terjadi pada tahun 1990-an.

Saat itu, ribuan koloni belalang menyerang lahan pertanian masyarakat hampir di seluruh penjuru Ketapang. Berbagai upaya dilakukan, namun tak berhasil. Akhirnya dibuat sayembara buru belalang.

Pemda menghargai 1 kilogram belalang Rp1.000. Hasilnya cukup mengejutkan, Pemda yang hanya menargetkan maksimal jumlah belalang 25 ton, justru jumlah yang ditangkap oleh masyarakat hampir menyentuh 50 ton.

"Itu juga terpaksa kami berhentikan, karena anggaran yang kami siapkan tidak ada lagi," ungkapnya. (teo/jee)