Martin Lantik Dewan Pengawas PDAM Ketapang

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 132

Martin Lantik Dewan Pengawas PDAM Ketapang
Sumpah Jabatan – Bupati Ketapang, Martin Rantan memimpin prosesi sumpah jabatan terhadap dewan pengawas PDAM yang dilantik. Mereka yang dilantik diharapkan menjalankan tugas dengan baik.
KETAPANG, SP – Bupati Ketapang, Martin Rantan melantik tiga dewan pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang periode 2018 - 2021, Rabu (15/5). Mereka yang dilantik yakni, Sukirno yang menjabat ketua dewan pengawas merangkap anggota. 

Nama lain yang dilantik ialah Juta yang menjabat anggota dewan pengawas. Sedangkan dari unsur masyarakat, diwakili Lai Hie Tars di posisi anggota dewan pengawas PDAM 

Martin berharap, dewan pengawas yang dilantik menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab. “Saya berharap saudara melakukan tugas dan fungsi sesuai aturan,” ujar Martin.

Dewan pengawas, kata Martin berhak memberikan pertimbangan dan saran kepadanya dalam keadaan diminta maupun tidak diminta. “Ini dimaksudkan untuk pengembangan PDAM Ketapang,” tegas Martin.

Ketiga nama yang dipercaya menjadi dewan pengawas PDAM Ketapang, lanjut Martin, masing-masing merupakan perwakilan dari beberapa sektor, seperti pemerintahan dan masyarakat.

Sektor pemerintahan diwakili Sukirno, yang memiliki latar belakang pendidikan teknik. Dengan dasar pendidikan ini diyakini memahami pengelola sumber air bersih, khususnya teknik perpipaan.

Sedangkan Juta selama ini dikenal sebagai direktur PDAM. Dalam masa kepemimpinannya, PDAM yang sebelumnya selalu mengalami defisit, akhirnya bisa surplus.

Sosok Juta juga dinilai Marin merupakan orang yang dulunya disekolahkan Pemkab Ketapang ke Universitad Diponegoro (Undip) di Semarang, Jawa Tengah untuk mempelajari teknis pengeloaan air bersih.

“Sudah terbukti, orang yang dibiayai pendidikannya oleh Pemkab Ketapang, akhirnya bisa menjadikan PDAM surplus,” ungkap Martin.
Sedangkan Lai Hie Tars yang mewakili unsur masyarakat, juga paham tentang teknis perpipaan untuk pembangunan air Riam Berasap, sehingga diharapkan  dapat memanfaatkan kembali proyek Air Bersih Riam Berasap. Dengan begitu, pembangunan yang sudah ada dapat dimafaatkan, minimal untuk masyarakat yang dilalui pipa Riam Berasap. 

“Saya juga berharap dewan pengawas membuat analisa bagaimana Proyek Air Bersih Riam Berasap yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan, minimal untuk masyarakat yang dilalui oleh pipa air bersih tersebut,“ harap Martin.

Menurut Martin, kemajuan dan keberhasilan PDAM Ketapang, salah satunya ditentukan dari kinerja dewan pengawas. Dewan pengawas harus bekerja profesional mengelola perusahaan, sehingga target dan tujuan tercapai.

“Tuntunya diharapkan membantu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Ketapang khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” tutur Martin.

Martin juga berterima kasih kepada dewan pengawas PDAM periode 2014—2018, yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. (teo/pk/jee)