Tambang Emas Ilegal di Sandai Digerebek

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 207

Tambang Emas Ilegal di Sandai Digerebek
TERSANGKA – Tiga orang tersangka penambangan emas ilegal di daerah Serinding, Dusun Batu Kambing, Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai. Ketiganya diamankan saat sedang menyiapkan mesin yang akan digunakan untuk penambangan emas ilegal. Ist
KETAPANG, SP – Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang menggerebek aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di daerah Serinding, Dusun Batu Kambing, Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai. Dari lokasi tersebut, polisi menangkap tiga orang penambang. Sementara dua penambang lainnya melarikan diri.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, mengatakan tindakan yang dilakukan merupakan tindak lanjut laporan masyarakat yang mengeluhkan aktivitas penambangan ilegal di daerah mereka.

Penggerebekan dilakukan Satreskrim Polres Ketapang dibantu Polsek Sandai, pada Sabtu (22/6) setelah pihaknya mendapatkan laporan sekelompok orang yang memasang peralatan mesin yang akan digunakan untuk kegiatan pertambangan emas.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata terdapat lima orang yang sedang memasang peralatan dan mesin yang akan digunakan untuk penambangan emas.

"Kami hanya berhasil mengamankan tiga orang, dua orang lainnya melarikan diri karena tahu kedatangan anggota di lokasi," jelas Yury, Senin (24/6).

Tiga orang yang berhasil diamankan adalah KL (40), AL (39) dan RD (36). Mereka bertiga merupakan warga Dusun Tangga Tanah, Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai. Sementara dua orang yang melarikan diri sudah dikantongi identitasnya.

Selain mengamankan tiga orang penambang, polisi juga mendapatkan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit mesin kompresor, pipa yang digunakan untuk mengalirkan air, dua jerigen solar serta satu buah tong.

Alat-alat ini ditemukan di lokasi penambangan dan sedang dioperasikan. Selanjutnya tiga orang dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Ketapang untuk proses lebih lanjut.

Yury mengungkapkan, status tiga orang tersebut sudah menjadi tersangka. Ketiganya dijerat Pasal 158 dan 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Saksi Ahli Distamben Provinsi dan JPU dan melengkapi berkas," papar Yury.
Yury mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang melanggar aturan, termasuk penambangan tanpa izin. Dia juga meminta masyarakat melaporkan kepada pihak berwajib jika ada aktivitas penambangan yang melanggar aturan.

 "Silakan laporkan ke kami, akan kami tindaklanjuti. Penggerebekan ini juga berkat laporan dari masyarakat," katanya. (teo/jee)