Kamis, 12 Desember 2019


Paman Cabuli Ponakan di Kebun Manggis

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 165
Paman Cabuli Ponakan di Kebun Manggis

Pelaku pencabulan – Warga Kecamatan Muara, YM (baju warna oranye) saat diwawancara awak media, di Mapolres Ketapang terkait perbuatan asusila yang dilakukan kepada keponakanya. YM mengaku khilaf dan untuk diruqiyah.

KETAPANG, SP – Pelaku tindak asusila terhadap anak di bawah umur diringkus aparat dari Polres Ketapang. Pelaku adalah YM (33), warga Kecamatan Muara Pawan yang juga merupakan paman dari korban, NI (16).

Saat dikonfirmasi di Mapolres Ketapang, YM yang sehari-hari bekerja serabutan menceritakan awal perbuatan yang ia lakukan terhadap keponakannya tersebut.

Dalam keseharian, YM mengaku memang dekat dengan NI dan keluarganya. Apalagi istri YM merupakan bibi dari MI.
"Dekat dengan MI dan keluarganya, biasa lebaran saya belikan baju, termasuk untuk adiknya, kadang ada rejeki juga berbagi dengan orangtuanya," kata YM, Selasa (16/7).

Saat hari kejadian, awalnya YM mengajak NI mencari buah manggis di daerah Tempurukan, Kamis (3/1) lalu. Namun buah manggis yang dicari tak didapat karena belum masuk musim panen. 

Tak mendapat yang dicari, YM kemudian mengajak NI untuk melakukan persetubuhan. Ajakannya itu menurut YM tidak ditolak oleh NI.

“Saat saya ajak, NI tidak menolak dan saya lakukan perbuatan itu tepat di bawah pohon manggis, sambil berdiri," akunya.
Usai melakukan perbuatannya, YM berkilah ia dihantui rasa bersalah. Ia juga dibayangi rasa takut perbuatannya diketahui sang istri.

Untuk memastikan perbuatannya tidak diketahui, YM kerap bertanya tentang kondisi MI dan meminta untuk tidak menceritakan perbuatannya ke siapapun, termasuk ke istrinya.

"Saya bilang kalau cerita, saya bisa cerai dengan ucu dan dia bilang tidak akan cerita,” ungkapnya.
YM juga kerap bertanya kepada MI apakah ia telah datang bulan. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memastikan MI tidak hamil akibat perbuatan yang ia lakukan.

“Sampai bulan kedua pasca kejadian, ia mengaku masih terus datang bulan," jelasnya.
Namun memasuki bulan ketiga, YM tidak lagi menanyakan kondisi MI, apalagi ia bekerja di Kendawangan dan hanya sesekali pulang ke rumah istrinya. Namun saat lebaran lalu, YM mendapat kabar MI hamil.

"Saat itu saya pulang, kemudian heboh kalau ia hamil. Saja bingung kenapa bisa hamil. Saya cuma satu kali itu saja melakukannya tidak pernah lagi setelah itu," kilahnya.

YM diamankan pada 27 Juli 2019 setelah dilaporkan oleh orangtua MI. Akibat kasus ini, istri YM menggungat cerai.
"Anak saya dua, sekarang istri sudah proses gugat cerai, saya ikhlas dan siap menerima hukuman.Mungkin saat itu saya kerasukan, saya minta maaf dan ingin diruqiyah agar bisa lepas dari pengaruh buruk," mintanya. (teo/jee)