Senin, 23 September 2019


Buka Akses Jalan Lima Desa di Hulu Sungai

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 116
Buka Akses Jalan Lima Desa di Hulu Sungai

BUKA AKSES – Aparat TNI bersama masyarakat saat membuka akses jalan. Pembukaan jalan akan memudahkan akses masyarakat di lima desa, yang salama ini terisolir. Masyarakat desa menyambut baik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Setelah puluhan tahun, lima desa di Kecamatan Hulu Sungai akhirnya memiliki akses darat yang dapat digunakan masyarakat. Pembangunan infrasruktur ini tidak terlepas dari kinerja aparat TNI lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Pembangunan infrastruktur dasar yang puluhan tahun menjadi harapan masyarakat akhirnya terwujud. Akses jalan nyang sebelumnya tertutup, kini telah terbuka berkat peran serta aparat TNI AD melalui program Karya Bhakti Tahun 2019.

Ketua perkumpulan Bihak Sekayuq, Sabinus Andi mengatakan, masyarakat Hulu Sungai sangat senang atas terbukanya akses darat yang menghubungkan Desa Beginci Darat, Desa Sekukun, Desa Batu Lapis, Desa Cinta Manis dan Desa Riam Dadap terhubung antara satu desa dengan desa lain dengan kota Sandai.

"Terima kasih kepada TNI AD melalui program Karya Bhakti Tahun 2019 yang telah membuka akses darat, sehingga sekarang bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," katanya, Minggu (28/7).

Ia mengaku, terbukanya akses ini tentu sangat membantu dan memudahkan masyarakat, khususnya  di wilayah Bihak Hulu menuju kota kecamatan. Akses dapat mempersingkat waktu tempuh dan biaya yang terjangkau, karena jika dibandingkan melalui jalur sungai memakan waktu lama, dan biaya besar.

"Bayangkan masyarakat harus mengeluarkan biaya hingga Rp1 jutaan, tapi saat ini semua bisa terbantu dengan akses darat yang telah dibuka biaya sangat jauh berkurang," akunya.

Pihaknya sangat menyambut baik program ini, harapan puluhan tahun akhirnya menjadi kenyataan, masyarakat terbantu dengan adanya akses darat.

Meski demikian, ia meminta Pemkab Ketapang dapat mengurus status kawasan hutan produksi dan hutan lindung, yang selama ini menjadi kendala Pemkab membangun akses di daerahnya.

"Harapan kita segera diselesaikan persoalan ini ke kementerian agar status kawasan diubah menjadi APL (Areal Penggunaan Lain) sehingga akses darat yang dibuka dapat dilakukan proses peningkatan jalan dan jembatan," harapnya. (theo bernadhi/jee)