Kamis, 12 Desember 2019


Dishub Pasang Rambu Larangan Beroperasi di Tersus Ilegal

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 615
Dishub Pasang Rambu Larangan Beroperasi di Tersus Ilegal

Petugas Dishub dan Satpol PP Ketapang mendatangi Tersus ilegal untuk melakukan pemasangan tanda larangan kapal bongkar muat dan tambat kapal di lokasi tersebut.

KETAPANG, SP - Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ketapang memasang rambu larangan penambatan kapal dan aktivitas bongkar muat, di lokasi Terminal Khusus (Tersus) milik CV Juara Motor, yang terletak di sekitar Jembatan Pawan 2.

Penyegelan dilakukan lantaran Tersus tersebut tidak memiliki izin, dan lokasinya yang menyalahi aturan karena berada di tikungan sungai dan sekitar jembatan

"Pemasangan rambu ini selain melarang kapal bertambat juga dilarang adanya aktivitas bongkar muat di lokasi Tersus ini," kata Kasi Keselamatan dan Pengawasan Pelayaran Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Dishub Ketapang, Burhanudin, di lokasi Tersus, Kamis (8/8). 

Keberadaan kapal yang bertambat dan aktivitas bongkar muat di Tersus, diterangkan Burhanudin berdampak negatif untuk ruang gerak lalu lintas perairan sekitar, karena berada tepat di tikungan sungai, serta bersebalahan dengan Jembatan Pawan 2.

"Apa yang kita lakukan sudah sesuai aturan, apalagi sudah ada dua surat dari Pemkab Ketapang yang intinya menyatakan tidak diperkenankan melakukan bongkar muat, apalagi mendirikan Tersus di lokasi ini," tegasnya.

Pasca pemasangan rambu larangan ini, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan, serta berkoordinasi dengan Satpol PP, selaku penegak peraturan daerah (Perda), untuk mengambil langkah apabila pemilik dermaga masih melanggar aturan yang telah ditetapkan.

"Kalau masih melakukan aktivitas, bukan tidak mungkin akan ditertibkan dan bisa di bawa ke ranah hukum," tegasnya.

Menurut Burhanudin, sebenarnya pemilik Tersus sudah mengetahui larangan pembuatan Tersus sejak 2014, ketika bupati menolak rekomendasi pembuatan Tersus. Pemilik Tersus bahkan juga sudah pernah dipanggil dan ikuti rapat dengan intansi terkait.

"Terakhir anak pemilik Tersus bersama pegawainya pernah datang berkoordinasi ke Dishub, saat itu mereka mengakui kalau Tersus mereka ilegal dan menurut dia, pihaknya sudah melarang aktivitas di lokasi tersebut, namun sang bapak bernama Ayong selaku pemilik Tersus masih ngotot terus beraktivitas," jelasnya. (teo)