Tersus Ilegal di Bawah Jembatan Pawan

Ketapang

Editor elgiants Dibaca : 133

Tersus Ilegal di Bawah Jembatan Pawan
Bongkar Muat – Kapal pengangkut barang bersandar untuk melakukan bongkar muat barang di terminal khusus (Tersus) yang diduga ilegal di bawah Jembatan Pawan 2, Kabupaten Ketapang. Dishub Ketapang dan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ketapang mengak
KETAPANG, SP - Terminal khusus (Tersus) yang diduga ilegal milik CV Juara Motor kembali beroperasi. Tersus yang beroperasi tanpa dilengkapi izin tersebut, bahkan telah membuat demaga baru di dekat Jembatan Pawan 2. Keberadaan dermaga tersebut dikhawatirkan akan merusak jembatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Djoko Prastowo melalui Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP), Herry Susanto, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah memanggil pemilik Tersus tersebut untuk menanyakan pembangunan demaga yang dilakukan.

"Kemarin kita lihat ada pembangunan dermaga baru lagi di lokasi, makanya pemiliknya kita panggil," katanya, Rabu (7/8).
Berdasarkan hasil pertemuan, menurut Herry, pemilik Tersus juga mengakui telah melakukan kesalahan. "Sudah datang dan memang mereka mengakui kesalahannya," jelasnya.

Menurut Herry, pihaknya juga telah mengirimkan surat rekomendasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membongkar dermaga Tersus tersebut.

"Nanti kami juga akan pasang rambu larangan menambat atau menyandarkan kapal di lokasi tersebut," tegasnya.

Dugaan aktivitas ilegal di Tarsus juga disampaikan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ketapang, Albert Marbun. Menurut dia, sepengetahuan dirinya, Tarsus tersebut belum memang tidak  mengantongi izin.

"Tapi kewenangannya ada di Pemda, kalau Pemda berani berikan izin, kita berani, hanya saja kalau diberian izin itu juga salah," akunya.

Secara aturan, dijelaskan Albert, tidak dibolehkan adanya aktivitas pelabuhan di sekitar Jembatan, karena dapat memberikan dampak negatif dan membahayakan jembatan.

"Yang jelas, kalau kita tidak berani memberikan izin, karena itu di kawasan jembatan, tidak tahu kalau Pemda. Yang pasti sejauh ini kita tidak ada menerima izin pelabuhan tersebut," tegasnya. (teo/jee)