Kades Sekucing Kualan Tersangka Karhutla Ketapang

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 191

Kades Sekucing Kualan Tersangka Karhutla Ketapang
Kepala Desa Sekucing Kualan.
KETAPANG, SP – Polres Ketapang menetapkan Yustinus Sainan (45), Kepala Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pembakaran lahan.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan, penetapan tersangka berawal dari laporan masyarakat adanya kebakaran lahan di Desa Sekucing Kualan. Polisi bersama Manggal Agni kemudian melakukan pemeriksaan di lapangan. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa Yustinus menyuruh dua orang berinisial PR dan CC untuk ikut membantu membakar lahan miliknya.

“Tujuannya untuk memperluas kebun sawit miliknya. Pembakaran dilakukan Kamis (26/7),” kata Eko, Senin (12/8).  

Kemudian pada Jumat (27/7) Yustinus beserta PR mendatangi lokasi kebun sawit milik Yustinus dan melakukan pembakaran lahan menggunakan sebuah korek api.


"Sebelum melakukan pembakaran Yustinus dan PR telah memasang mesin air dan selang untuk menjaga lahan, namun api yang menyala ternyata melebar, dan tidak dapat dikendalikan karena mesin pompa air rusak," jelasnya.

Melihat api yang terus membesar, Yustinus kemudian melapor ke regu pemadam api PT Asia Tani Persada untuk meminta bantuan. Kebakaran lahan akhirnya dapat dipadamkan keesokan harinya, Sabtu (12/8) setelah membakar lahan seluas 0,3 hektare.

"Tersangka kita amankan Jumat (9/8) dan dipersangkakan melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI Nomor 32 Tahun 2009 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara," tegasnya.

Eko menuturkan, terkait luas lahan yang terbakar kurang dari dua hektare, pihaknya mempedomani Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2010 tentang Mekanisme Pencegahan, Pencemaran dan atau Kerusakan Lingkungan Hidup. Pada Pasal 4 aturan tersebut dijelaskan bahwa ada empat tahapan, dan apabila satu di antara tahapan tidak dilaksanakan, maka untuk status kearifan lokal bisa di kesampingkan dan sudah ada tindak pidananya.

“Terlebih tersangka merupakan Kades yang harus menjadi contoh penanggulangan kebarakan hutan dan lahan, bukan menjadi pelaku pembakaran,” pungkasnya. (teo/jee)