Sabtu, 21 September 2019


2020 Bupati Ketapang Baru?

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1644
2020 Bupati Ketapang Baru?

Grafis Koko

KETAPANG, SP – Diprediksi pemilihan Bupati Ketapang pada Pilkada serentak 2020 mendatang bakal seru. Sejumlah nama calon mulai digadang-gadang maju. Dua nama di antaranya pernah dan masih menjabat sebagai Bupati Ketapang. 

Tahapan Pilkada serentak 2020 akan dimulai pada September mendatangi, praktis tinggal beberapa pekan lagi. Upaya lobi antarpartai pemilik kursi di DPRD Ketapang mulai dilakukan. Sejumlah pengurus partai politik di Ketapang mengaku mulai membangun koalisi.

Sedangkan nama-nama calon yang masuk bursa di kalangan grassroot (akar rumput) dan pengurus partai yang berhasil dirangkum Suara Pemred di antaranya Martin Rantan (petahana), mantan Bupati Ketapang 2010-2015 Henrikus, Ketua DPC Hanura Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPC PDIP Ketapang Kasdi, Ketua PPP Ketapang Syahrani, serta Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) Isa Anshari.

Henrikus secara blak-blakan mengaku siap maju di Pilkada 2020. Dia pun menyebutkan nama Ketua DPC Hanura Ketapang Jamhuri Amir, sosok yang tepat mendampinginya di pemilihan nanti.

“Kalau memang ada partai yang mengamanahkan dan mengusung, saya siap.  Apalagi ada dukungan dari masyarakat yang meminta saya untuk kembali maju,” tutur Henrikus, Minggu (18/8).

Mantan Bupati Ketapang periode 2010-2015 mengakui persoalan calon merupakan kewenangan partai politik dalam penyeleksian dan menentukan siapa paslon (pasangan calon) yang akan diusung.

“Dulu, saat jadi bupati saya diusung PDIP. Jadi sekarang saya istiqomah dan komitmen jika memang ada partai mengusung. Apalagi untuk kepentingan masyarakat. Hanya saja bagi saya ada pribahasa; jangan jadi hidung tak mancung, muka tersorong-sorong,” ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya sangat menghargai atas kepercayaan masyarakat yang masih menginginkan dirinya maju pada Pilkada 2020 mendatang. Menurutnya, hal tersebut adalah amanah yang harus dijaga dengan baik dan diperjuangkan.

“Namun semua kembali ke partai, karena partai lebih jeli dalam melihat dan menentukan calon. Apalagi setiap Pilkada misi partai (harus) menang sehingga faktor figur sangat menentukan,” katanya.

Henrikus dikenal sebagai sosok yang akrab dengan semua kalangan. Pria pemilik konsep 3S; santai, serius dan sukses, menilai untuk maju pada Pilkada 2020 memang harus memiliki tekad dan khususnya niat yang lurus untuk kepentingan semua masyarakat. Hal itu, dilakukan Henrikus saat menjabat Bupati Ketapang.

“Pemimpin harus menjadi pemimpin semua golongan bukan pemimpin satu golongan,” tegas dia.

Mengenai sosok calon wakil, Henrikus dengan gamblang menyebut nama Ketua DPC Hanura Ketapang Jamhuri Amir.

“Soal figur wakil, kalau memang saya diusung partai dan partai memberikan kesempatan menentukan, saya sudah melirik satu nama untuk berpasangan yaitu Jamhuri Amir. Namun semua tentu kembali ke partai pengusung,” tuturnya.

Sebagai pimpinan Partai Hanura, Jamhuri Amir menyatakan secara politis telah melakukan pembicaraan dengan ketua partai politik pemilik kursi DPRD Ketapang hasil Pileg 2019, dan figur calon yang mau maju di Pilkada 2020.

Partai Hanura di Ketapang pada Pileg 2019, memperoleh empat kursi Dewan. Jumlah ini tak cukup untuk mencalonkan pasangan di Pilkada serentak mendatang.

“Tapi baru tahap penjajakan. Karena politik ini dinamis sehingga kita sambil mengikuti perkembangan yang jelas. Untuk maju, Hanura memang harus berkoalisi dengan partai lain. Hanura (memperoleh) empat kursi dan minimal berkoalisi dengan dua partai untuk mencukupkan syarat maju (jalur partai politik) yakni sembilan kursi,” ujarnya.

Dia mengklaim mendapat sokongan dari masyarakat dan internal partai. Namun, Jamhuri mengaku, penentuan siapa calon keputusan ada pada Ketua Umum Hanura Oesman Sapta.

“Namun semua kembali ke Ketua Umum Partai Hanura. Kalau direstui, Insya Allah kita siap maju dan allout,” tegasnya. 
Nama petahana, Martin Rantan yang juga Ketua DPD Golkar Ketapang, masuk dalam bursa pemilihan Bupati Ketapang 2020. 

Ketua Harian Partai Golkar Ketapang Junaidi menegaskan akan mengusung kader partai, Martin Rantan. Perolehan kursi Golkar di DPRD Ketapang memungkinkan partai berlambang beringin ini memajukan pasangan tanpa berkoalisi.
Namun, Junaidi menyebutkan tetap menjalin komunikasi dengan partai lain.

“Komunikasi untuk koalisi tetap dijalin. Untuk yang diusung pasti incumbent sedangkan wakil tentu melihat situasi dan perkembangan politik,” ucapnya.

Dia menyebutkan, Golkar akan melakukan survei untuk melihat peluang koalisi serta siapa saja yang akan menjadi lawan pada Pilkada 2020 mendatang.

“Kita tetap optimis mengingat apa yang sudah dilakukan incumbent selama menjabat,” sebut Junaidi.
Berdampak

Ketua DPC PDI-Perjuangan Ketapang Kasdi mengakui partainya tidak bisa mencalonkan tanpa berkoalisi. Partai berlambang banteng moncong putih ini memperoleh tujuh kursi DPRD Ketapang pada Pileg lalu. Hanya saja, Kasdi menegaskan bahwa PDIP tetap akan mencalonkan kader pada Pilkada 2020 mendatang.

“Untuk maju memang koalisi, minimal dengan satu partai. Yang penting, tetap ada calon sendiri yang kita usung,” katanya.

Kasdi menjelaskan, secara internal partai belum dimulai tahapan (penjaringan) calon, untuk figur-figur sendiri saat ini belum bisa diinformasikan lantaran kewenangan penentuan siapa figur yang akan diusung ada di DPP PDIP.

 “Di PDIP siapa saja kader yang ditugaskan oleh partai memang harus siap. Dan, saya sendiri siap maju kalau memang ditunjuk atau direkomendasikan oleh DPP,” tegasnya.

Kasdi tak menepis kasus yang menyeret kader PDIP yang juga Ketua DPRD Ketapang, sedikit banyak mempengaruhi citra partai. Hanya saja, kata Kasdi, itu tidak mempengaruhi mekanisme yang ada, terlebih tersangka sendiri tidak masuk dalam struktur pengurus DPC PDIP yang baru.

“Yang pasti kasus ini tidak akan membuat PDIP tidak mencalonkan calon pada Pilkada 2020 mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Ketapang Syahrani yang namanya juga masuk bursa calon, mengaku siap maju pada Pilkada 2020. Di internal partai, Syahrani mengklaim sudah mendapatkan restu untuk maju.

“Secara pribadi saya siap. Apalagi DPP PPP sudah merestui saya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, keseriusannya untuk maju pada Pilkda 2020 dengan menjalin komunikasi politik pada partai lain. PPP Ketapang memiliki empat kursi di DPRD. 

Untuk memenuhi syarat memajukan calon, PPP Ketapang secara intens menjalin komunikasi politik dengan partai Nasdem, PKS dan juga PKB.

“Kalau untuk Nasdem sudah sampai ke DPP, PKS dan PKB untuk tingkat kabupaten dan sudah oke untuk berkoalisi, tinggal menunggu tingkat DPP,” kata dia.

Syahrani beralasan koalisi yang dibangun dengan partai Nasdem, PKS dan PKB dilakukan karena adanya kesamaan visi. Namun, koalisi yang dibangun, sebut Syahrani, belum final. Terutama mengenai siapa calon bupati dan wakil bupati yang (disepakati) maju. Hal itu akan terbuka pada pendaftaran penjaringan calon.

Dia mengaku maju Pilkada 2020 karena alasan bahwa kepala daerah saat ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau di Dewan, saya paling hanya bisa protes. Jadi saya putuskan untuk maju agar bisa berbuat lebih untuk masyarakat,” akunya.

Selain nama calon yang masuk bursa Pilkada Ketapang 2020 di pusaran partai politik. Di jalur perorangan, nama Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari digadang layak maju di Pilkada serentak mendatang.

Isa mengaku beberapa bulan terakhir menerima dukungan dari masyarakat hingga para tokoh masyarakat dan agama yang meminta untuk maju di pada Pilkada nanti. 

“Kalau saya pribadi tidak ingin memiliki jabatan itu. Tetapi kalau memang ini kehendak rakyat saya siap, tapi tujuannya untuk rakyat dan Ketapang, bukan untuk memperkaya diri atau golongan,” aku Isa.

Diakuinya, jikapun tidak dapat maju pada Pilkada 2020, diharapkan kepada siapa saja yang terpilih nanti, untuk dapat menjadi pemimpin bagi semua golongan, bagi semua masyarakat dan pemimpin yang dapat membangun Ketapang dengan fokus dan terarah.

“Karena kalau pemerintahan saat ini, saya lihat banyak keputusan yang tidak berpihak dengan masyarakat. Contohnya saja penegakan Perda yang hanya tajam kepada rakyat kecil sedangkan kepada pengusaha itu terkesan tumpul,” kata Isa menilai.

“Kemudian kebijakan yang tidak konsisten seperti pengurangan tenaga honor namun nyatanya jumlahnya semakin bertambah, fokus perencanaan kegiatan pembangunan  yang kurang tepat, belum maksimalnya menggali SDA yang ada untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, adanya kesenggangan antara pejabat dengan masyarakat kecil yang seharusnya tidak terjadi.
“Harapan kita, hal-hal ini jangan terjadi lagi. Kepentingan rakyat harus di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkas Isa.

Suara Akar Rumput

Chandra (40) warga Desa Sei Awan, Kecamatan Muara Pawan,  berharap Pilkada 2020 berjalan dengan aman dan damai. Terlebih banyak figur yang saat ini sudah menyatakan keinginan maju  seperti Ketua PPP Syahrani, Ketua DPC Hanura Jamhuri Amir, Ketua DPC PDIP Kasdi, bahkan pertahana Martin Rantan yang diperkirakan pasti akan maju kembali pada pilkada mendatang.

“Kalau saya pribadi berharap mantan Bupati Ketapang  Henrikus dapat maju kembali pada Pilkada ini. Karena menurut saya, beliau selain memiliki pengalaman dalam memimpin juga bisa menjadi pemimpin untuk semua golongan,” sebut Chandra.

Terlebih, kata dia, sosok Henrikus masih sangat dekat “di telinga” masyarakat lantaran ketika menjabat banyak memiliki program mulai dari sektor pertanian hingga pembangunan rumah-rumah ibadah seperti Masjid Agung Al-Ikhlas, pembangunannya di kepemimpinannya.

“Selain itu, meskipun tidak menjabat, beliau dekat terus sama masyarakat dengan terus melaksanakan kegiatan seperti open house perayaan hari besar berbagai keagamaan, hiburan di momen kemerdekaan yang tujuannya untuk membuka wadah silaturahmi dengan masyarakat,” tutur Chandra.

Namun, Chandra megakui apa  yang disampaikan hanya hanya harapan pribadi sebagai masyarakat. Sedangkan berbicara Pilkada tentu para calon ditentukan dengan kebijakan partai politik.

Dengan itu, Chandra mengharapkan ke depan siapa saja yang menjadi Bupati Ketapang agar dapat memanfaatkan APBD Ketapang dengan sebaik mungkin dan memfokuskan pada suatu pembangunan agar Ketapang memiliki tujuan pembangunan yang terarah.

“Fokus pada pembangunan bukan berarti menghabiskan semua anggaran sekaligus. Tetapi bisa fokus untuk menyelesaikan pembangunan, kemudian proaktif berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat menyelesaikan persoalan jalan-jalan provinsi dan pusat yang ada di Ketapang,” ucapnya. (teo/has)