Kamis, 19 September 2019


194 Hektare Lahan Gambut di Pelang Terbakar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 137
194 Hektare Lahan Gambut di Pelang Terbakar

Kabut asap – Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian juga harus berjibaku dengan kabut asap tebal dari kebakaran ratusan hektare lahan gambut di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Kebakaran lahan telah terjadi sejak empat hari lalu. Ist

KETAPANG, SP – Lahan gambut seluas 194 hektare di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan terbakar. Ratusan personil diturunkan untuk melakukan pemadaman.

Hingga hari ini, Senin (19/8), petugas pemadam baru mampu memadamkan sekitar 36 hektare lahan gambut yang terbakar.

Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman mengaku, kebakaran lahan yang melanda wilayah Desa Pelang, sudah terjadi sejak empat hari belakangan.

"Kebakaran sejak empat hari lalu dengan total luas lahan terbakar sampai saat ini mencapai 194 hektare," katanya, Senin (19/8).

Hingga saat ini kata Rudi, kebakaran lahan gambut masih terjadi. Petugas juga masih berjibaku melakukan pemadaman.

Menurut Rudi, pada hari pertama kebakaran, Kamis (15/8) lahan yang terbakar mencapai 36 hektare, kemudian dihari kedua 45 hektare, hari ketiga lahan yang terbakar seluas 52 hektar, dan hari keempat 61 hektare.

"Lahan berhasil dipadamkan hingga saat ini mencapai 36 hektare dengan total personil gabungan yang terjun melakukan upaya pemadaman 280 orang," jelas Rudi.

Tiupan angin kencang di lokasi lahan yang terbakar, diakui Rudi menjadi kendala pihaknya dalam memadamkan api.
“Selain itu, minimnya sumber air ditambah kondisi kabut asap yang pekat akibat dari lahan gambut yang terbakar, juga menyulitkan petugas pemadam,” ujar Rudi.

Sementara terpisah, Anggota DPRD Ketapang, Antoni Salim, mengaku prihatin dengan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

"Negara harus bertanggung jawab dengan lahan ini, karena status lahannya huntan produksi (HP). Kawasan ini juga merupakan kawasan gambut dalam yang sesuai undang-undang tidak boleh dikelola masyarakat," katanya.

Selain sebagai anggota DPRD Ketapang, Antoni yang juga aktif tergabung di Badan Pemadam Kebakaran Awasta turut serta bersama anggota pemadam melakukan pemadaman api di lahan yang terbakar. (teo/jee)