Kamis, 19 September 2019


Usai Diperiksa Hadi Masuk RS

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 328
Usai Diperiksa Hadi Masuk RS

DIPERIKSA - Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Ketapang periode 2017-2018 senilai Rp4 miliar, Hadi Mulyono Upas (berkaca mata) masuk mobil usai diperiksa di Kejari Ketapang, Selasa (20/8).

KETAPANG, SP – Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Ketapang periode 2017-2018 senilai Rp4 miliar, Hadi Mulyono Upas (HMU) dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang usai diperiksa Kejaksaan Negeri Ketapang, Selasa (20/8).

Ketua DPRD Ketapang itu memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangannya didampingi istri dan putra, serta ajudan. Pemeriksaan itu selesai pukul 15.00 WIB. Dari ruang pemeriksaan, tersangka langsung menuju sebuah mobil hitam milik kejaksaan. Dia dibawa ke RSUD dr Agoesdjam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna melengkapi syarat penahanan tersangka.

Proses pemeriksaan di rumah sakit berlangsung sekitar dua setengah jam. Hasilnya, Hadi harus dirawat inap karena mengalami gangguan kesehatan pada jantung dan paru-paru.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Dharmabella Tymbazs, melalui Kasi Intel, Agus mengatakan pemeriksaan terhadap Hadi merupakan pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini pemanggilan kedua. Pemanggilan pertama tidak hadir karena sedang sakit dan dirawat di rumah sakit di Semarang,” kata Agus.

Sejatinya, setelah pemeriksaan Hadi akan langsung ditahan. Namun, pihaknya memastikan lebih dahulu kondisi tersangka. 
“Makanya kita periksakan kerumah sakit untuk mengetahui kondisinya sehat atau tidak,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan didapat, check up beberapa organ dinyatakan sehat. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan jantung dan paru-paru yang menurut informasi terdapat masalah.

“Pengakuan yang bersangkutan memang mengalami gangguan pada jantung. Tapi hasilnya masih kita tunggu dari pemeriksaan dokter,” ungkapnya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, HMU dinyatakan harus menjalani rawat inap di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Sementara terkait status penahanan, Agus, masih belum memberikan keterangan kepada awak media.

Sebelumnya, Hadi Mulyono Upas menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka terlalu prematur. Menanggapi itu, Agus membantah. Menurutnya, penetapan kader PDI Perjuangan itu sebagai tersangka sudah memenuhi prosedur yaitu minimal memiliki dua alat bukti. 

“Intinya dua alat bukti sudah cukup, jadi tidak prematur,” paparnya.

Agus juga menambahkan, penetapan tersangka di saat Hadi sedang dirawat di rumah sakit juga tidak melanggar aturan. 

“Penetapan tersangka tidak mengacu kepada orang itu sedang sakit atau tidak. Jika sudah memenuhi minimal dua alat bukti, maka status saksi bisa dinaikkan ke tersangka. Intinya penetapan tersangka ini sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” paparnya. (teo/bls)