Sabtu, 21 September 2019


Polisi Tangkap Oknum LSM

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 3329
Polisi Tangkap Oknum LSM

DITANGKAP - Eko, oknum LSM yang diduga sebagai makelar kasus (markus), ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang, Rabu (21/8) kemarin. Ist

KETAPANG, SP - Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang menangkap oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga sebagai makelar kasus (markus), Rabu (21/8) kemarin. 

Tersangka berinisial MS (35) ditangkap, karena meminta sejumlah uang kepada keluarga tersangka kasus penganiayaan dengan janji bisa membebaskan tersangka dari jeratan hukum. 

Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan, penangkapan MS bermula dari laporan Atit, adik kandung dari tersangka kasus penganiayaan, Heriyanto, yang melapor ke Polres Ketapang, Selasa (6/8). Atit mengaku ditipu oleh MS sehingga mengalami kerugian Rp35 juta. 

“Menurut keterangan yang diperoleh, kejadiannya 2 Mei 2019 lalu di rumah Kristina di belakang Kantor Pengadilan Negeri Ketapang,” kata Eko, Kamis (22/8).

Pada akhir April 2019 lalu, adik kandung Atit, Asanggu mengatakan kepada Atit, jika MS bisa mengurus perkara yang sedang dijalani oleh Heriyanto. Namun, untuk mengurus dan membebaskan tersangka, MS meminta uang Rp50 juta. 

“Atit kala itu menyerahkan Rp50 juta kepada MS. Lalu tersangka mengatakan jika dirinya bisa mengurus Heriyanto di Kejaksaan Negeri Ketapang,” jelasnya.

Usai menerima uang, MS mengatakan kepada Atit jika Heriyanto akan bebas pada Selasa (6/5) Mei 2019. Janji tersebut disampaikan kepada Atit karena MS mengaku kenal dekat dengan Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang dan Kepala Kejari Ketapang. Korban pun mempercayai hal tersebut dan berharap adiknya bisa bebas dari jeratan hukum. 

Sampai waktu yang dijanjikan, ternyata Heriyanto tidak bebas. MS kembali berjanji jika tersangka baru akan bebas pada 9 Mei. Namun, pada tanggal tersebut tidak bebas juga. MS kembali berjanji akan membebaskan Heriyanto pada 28 Mei. Hingga akhirnya MS kembali berjanji akan membebaskan Heriyanto pada 10 Juni 2019. 
“Saat ditanya, ternyata MS tidak mengurus kasus tersebut,” ungkapnya.

Merasa kecewa, Atit meminta agar uangnya dikembalikan. Setelah didesak, akhirnya MS mengembalikan uang, namun hanya Rp15 juta. Sementara Rp35 juta sisanya diakui oleh MS akan dibayar dengan cara dicicil. Namun, bukannya membayar sisa uang, MS justru menghilang dan tidak dihubungi. Atit pun melaporkan hal tersebut ke Polres Ketapang. 
“MS sudah kita panggil untuk diperiksa. Tapi tidak hadir,” kata Eko.

Eko mengungkapkan, MS baru menghadiri panggilan kedua penyidik pada Rabu (21/8). Setelah diperiksa, polisi akhirnya menetapkan MS sebagai tersangka dan langsung ditahan. Atas tindakan tersebut, MS dijerat dengan pasal penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. 

“Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai siapapun, termasuk LSM, yang mengaku bisa menyelesaikan atau bisa membebaskan seseorang yang ditahan karena tindak kejahatan,” imbaunya. (teo/bob)