Minggu, 20 Oktober 2019


3.300 Hektare Areal Konsesi Terbakar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 90
3.300 Hektare Areal Konsesi Terbakar

PADAMKAN API – Petugas pemadam kebakaran dan Anggota Manggala Agni Daops Ketapang memadamkan api di lahan yang terbakar.

KETAPANG, SP – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahardi Oesman, Ketapang mencatat terdapat 1.061 hotspot di Ketapang pada, Jumat (20/9). Jumlah ini menjadikan Ketapang sebagai kabupaten yang paling banyak terdapat hotspot.

Kondisi ini membuat anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku pembakar lahan, termasuk perusahaan, jika terbukti melakukan pembakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di Ketapang.

“Di Ketapang banyak areal perusahaan perkebunan maupun perusahaan kayu masuk dalam lahan kebakaran. Pemda juga kita minta berikan sanksi tegas ke perusahaan jika memang bersalah," tegas Abdul Sani, Jumat (20/9).

Ia menilai, harus ada langkah konkret yang dilakukan Pemkab Ketapang dalam penanggulangan Karhutla, mengingat persoalan ini hampir setiap tahun terjadi, sehingga penanggulangan tidak cuma sebatas penyuluhan atau turun ke lapangan ketika kebakaran sudah terjadi.

"Kejadian Karhutla tahun-tahun sebelumnya harusnya jadi tolak ukur dalam penanggulangan, soal lokasi mana yang rawan dan langkah penanganannya,” ujar Abdul Sani.


Lahan yang kerap terbakar setiap tahun di Ketapang ada di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir. Sebagian besar lahan di sana merupakan lahan gambut yang tidak dikelola.

“Harusnya bisa diusulkan ditinjau kembali statusnya agar bisa dikelola atau dijadikan tempat penelitian, supaya bisa ada aktivitas dan dijaga," tutur Abdul Sani.

Dia mendesak Pemkab Ketapang untuk serius menanggulangi Karhutla mengingat banyakanya kerugian ekonomi akibat kabut asap dan masyarakat yang menderita Inspekasi Saluran Pernafasan akut (ISPA).

"Karena bukan titik mungkin kondisi bisa semakin parah, jadi harus harus dipikirkan langkah kedepannya, misalnya penyediaan tabung oksigen portabel dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara terpisah, Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman mengaku dari data yang terhimpun saat ini sudah ada 4.195 hektare lahan terbakar di seluruh Ketapang.

"3.300 hektare ada di areal konsesi perusahaan sedangkan sisanya sekitar 800 hektare di wilayah HPL," kata Rudi. Dikatakan Rudi, data didapat dari data yang dihimpun Direktorat Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Berdasarkan data tersebut sedikitnya 11 perusahaan yang lahannya terbakar. Peningkatan ini cukup signifikan dari sebelumnya,” pungkas Rudi (teo/jee).